logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 04 Januari 2006 SEMARANG
Line

Mahasiswa Dirampok, Barang Dikuras

PEDURUNGAN - Aksi perampokan kembali terjadi di wilayah hukum Polres Semarang Timur. Kawanan perampok yang terdiri atas tiga orang beraksi di rumah Vega Putri (23) -mahasiswi Unika Soegijapronota- di Jalan Sidomukti IX RT 4 RW 17, Perumahan Tlogosari, Selasa (3/1) dini hari.

Saat kejadian, rumah hanya ditunggui adik Vega, Wahyudi Istiyanto (20), mahasiswa Undip. Pelaku menyekap Wahyudi di kamar lantai dua bagian belakang. Sejumlah barang berharga, seperti dua ponsel, laptop, perhiasan emas putih 15 gram, kamera saku, dan uang tunai Rp 1,5 juta dikuras habis.

Kasus itu kini ditangani aparat Polres Semarang Timur. Polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Diduga, pelaku sudah mengenal korbannya. Tak ditemukan adanya kerusakan pada beberapa daun pintu dan jendela karena ulah perampok.

Vega menuturkan, perampokan itu terjadi ketika dia sedang pulang kampung di Rembang. Sehari sebelumnya, Senin (2/1), seorang laki-laki mengaku bernama Luki alias Agung menghubungi ponselnya. ''Dia mengaku akan mencari sekolah di Semarang. Karena itu, dia berniat menginap di rumah saya di Semarang. Kebetulan pula, Luki mengaku teman dekat adik saya. Pelaku meminta telepon adik saya, ya saya kasih,'' ujarnya.

Beberapa menit kemudian, lanjut dia, pelaku kembali menghubunginya. Luki mengungkapkan, sudah berusaha menghubungi nomor ponsel adiknya namun selalu gagal. Dia kemudian meminta alamat rumahnya yang di Tlogosari. Tanpa curiga, Vega pun memberikan alamat rumahnya itu.

Tubuh Bertato

Hari itu juga, ucap korban, pukul 21.00 Luki datang di rumahnya bersama dua temannya yang bertubuh penuh tato. Kawanan perampok itu disambut baik oleh Wahyudi. Karena sudah mengenal Luki, Wahyudi menjamunya dengan baik. Bahkan, Luki dan kawan-kawannya diperbolehkan tidur di kamarnya di lantai dua.

''Sebenarnya, adik saya sudah curiga. Kenapa Luki datang bersama dua orang yang tubuhnya penuh tato. Bahkan, dua kawannya itu tidak bersedia diajak berkenalan dan menyebutkan nama mereka,'' tutur gadis yang kini baru menyelesaikan skripsinya itu.

Selasa dini hari sekitar pukul 03.00, Wahyudi bangun dari tidurnya dan berniat shalat tahajud. Kata Vega, adiknya itu lalu menunaikan shalat di dalam kamarnya. Tiba-tiba dari belakang, lehernya dikalungi celurit seorang pria yang diyakini teman Luki.

Wahyudi berusaha melawan tetapi bisa dilumpuhkan. ''Saat itu, pelaku bilang pilih mati atau menyerahkan barang. Pelaku juga bilang, kalau dia kini sedang sakaw. Adik saya kemudian disekap dan dibius menggunakan zat kimia yang dibekapkan ke hidung melalui kain. Adik saya pingsan. Mulut adik disumbat dengan kain dan kedua tangannya diikat dengan lakban,'' paparnya.

Saat itulah, ujar wanita semampai itu, kawanan perampok menguras hartanya. Bahkan, mobil Honda Civic Estillo nyaris dibawa kabur pelaku. Namun sedan itu selamat dari aksi jahat mereka karena memiliki kunci rahasia. Karena tak mempu membawa kabur sedan tersebut, para perampok kabur dengan jalan kaki.

''Masih untung, mobil saya tidak ikut dirampok. Uang Rp 1,5 juta itu rencananya untuk membayar SPP. Sementara itu, di dalam laptop terdapat data mengenai skripsi saya,'' ucapnya lesu.

Sekitar pukul 04.30, sambung Vega, adiknya baru bisa keluar dari sekapan itu. Wahyudi keluar dari kamar lantai dua dengan menjebol jendela dan menuruni rumah menggunakan tangga. Setelah turun di jalan, ucap dia, adiknya berteriak-teriak meminta tolong. Sejumlah warga yang mendengar teriakan itu menghampiri adiknya dan melaporkan kejadian itu kepada aparat Polsek Pedurungan.(G5-18j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA