| Rabu, 04 Januari 2006 | SEMARANG |
Pakai Sistem Buka-TutupGENUK - Untuk mengurai kemacetan di Jalan Raya Kaligawe, aparat Satlantas Polres Semarang Timur dan Polsek Genuk hingga Selasa (3/1) masih bekerja ekstrakeras. Mereka melakukan sistem pengaturan buka tutup di sejumlah titik, yaitu di samping timur tol Muktiharjo dan pertigaan Jalan Wolter Monginsidi. Polisi beberapa menit lamanya menutup arus bagi kendaraan berat dan ringan yang hendak memasuki Jalan Raya Kaligawe. Bila frekuensi kendaraan di jalan itu padat maka polisi melakukan penutupan di lokasi-lokasi yang mengakses ke sana. Hal itu terus dipertahankan hingga di sepanjang jalan supersibuk tersebut kendaraan bisa mulai merayap. Begitu kendaraan bisa merayap, petugas kembali membuka jalan yang menuju ke Kaligawe. Hal itu berlangsung hingga beberapa menit dan jika frekuensi kendaraan di jalan itu kembali padat, saat itu pula kembali ditutup. Begitu seterusnya. Di sela-sela penutupan ruas jalan, polisi mengarahkan arus lalu lintas ke sejumlah jalur alternatif. Dari pelabuhan, kendaraan berat atau ringan diarahkan memasuki Tol Muktiharjo. Setelah keluar dari Tol Gayamsari, kendaraan diarahkan melewati Jalan Majapahit lalu mengambil Jalan Arteri Soekarno - Hatta, tepat di samping barat Mapolres Semarang Timur lalu menuju ke Jalan Wolter Monginsidi. Bisa juga, kendaraan berat menempuh Jalan Ronggowarsito kemudian menuju ke Jalan Citarum lalu ke Jalan Arteri Soekarno-Hatta. Dari jalan arteri, kendaraan berat memasuki Jalan Wolter Monginsidi menuju ke arah Genuk. Demikian pula sebaliknya. Truk Terguling Di tengah kemacetan arus lalu lintas di Kaligawe, terjadi beberapa kejadian yang menambah parah kondisi jalan. Antara lain truk yang mogok di tengah jalan, gandengan truk yang terputus, hingga truk terguling di jalan yang berlubang. Di tengah genangan air, beberapa petugas terpaksa harus melepas sepatunya saat mengarahkan kendaraan berat di tengah simpul-simpul kemacetan yang tergenang banjir. YMT Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang Arief Moelia Edhie mengakui, persoalan kemacetan di Jalan Raya Kaligawe sementara ini memang bisa dikurangi dengan pengalihan arus lalu lintas. Misalnya yang dari Demak menuju ke arah kota bisa melalui Jalan Wolter Monginsidi kemudian masuk ke arah Jalan Arteri Soekarno Hatta. Kendaraan roda empat atau lebih dari arah timur juga bisa lewat jalan tol atau Jalan Arteri Yos Sudarso. ''Namun jika lalu lintas di jalan itu makin padat, pengalihan arus tidak banyak membantu,'' ujar dia. Upaya jangka panjang yang seharusnya dilakukan adalah membangun jalan arteri atau jalan tol dari pelabuhan ke arah Demak. Jalur tersebut terutama untuk kendaraan-kendaraan besar melakukan perjalanan antarkota. Selain pembangunan jalur alternatif, Arief juga menekankan perlunya perbaikan Kali Tenggang beserta anak-anak sungainya. Luapan sungai tersebut, ujarnya, benar-benar mengganggu arus termasuk bus-bus yang masuk ke Terminal Terboyo. ''Akibat banjir dan kemacetan, banyak bus yang tidak mau masuk ke terminal,'' kata dia. (G5,G6-18j) |