| Rabu, 04 Januari 2006 | KEDU & DIY |
lereng merapiApresiasi Seni BudayaKEBUMEN - Komunitas seniman Kebumen, baru-baru ini menggelar malam renungan serta diskusi apresiasi seni dan budaya lokal. Kegiatan mengisi pergantian tahun baru itu berlangsung di Kampus Stainu, Jalan Tentara Pelajar. Syahrul Amrullah dari Sanggar Seni Teater Gerak BEM Stainu mengatakan, apresiasi seni itu diikuti penggiat Arisan Teater yang beranggota Teater Guyup Larak Gang Garuda, Teater Seven (SMPN 7), Teater Liat (SMPN Petanahan), serta Sanggar Sunan dan Ilir dari mahasiswa Kebumen di Yogyakarta. Di akhir diskusi, mereka sepakat mengidentifikasi potensi seni rupa, seni pertunjukan, dan seni tradisional yang tersebar di Kebumen. (B3-39d) Lalu Ketua Alumni UMY YOGYAKARTA- Salah satu hasil keputusan Munas Keluarga Alumni UMY baru-baru ini, yakni terpilihnya Dr H Lalu Muhammad Iqbal MSi sebagai Ketua KAUMY periode 2006-2010. Lalu adalah alumnus kampus tersebut dari Fisipol Jurusan Hubungan Internasional. Saat ini dia berkiprah di Direktorat Politik Khusus dan anggota Tim Asistensi Panel 45, panel kepresidenan untuk reformasi PBB.(D19-39s) Miras Disimpan di Plafon PURWOREJO - Tim gabungan yang terdiri atas petugas Polres, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, PPNS dan Satpol PP melakukan operasi penertiban minuman beralkohol, baru-baru ini. Diduga, rencana operasi itu sudah bocor sehingga beberapa toko yang biasa menjualnya langsung tutup. Ketika razia dilakukan di sebuah warung semula tim tidak menemukan sasaran operasi. Namun, setelah digeledah dapat ditemukan 80 botol miras yang disimpan di plafon rumah. Dari operasi tersebut seluruhnya dapat disita 107 botol minuman beralkohol dari berbagai merek.Hasil operasi tersebut kini berada di kantor Satpol PP. (yon-39j) Studi Banding Lokalisasi PURWOREJO - DPRD Kabupaten Blitar melakukan studi banding soal penanganan pekerja seks komersial (PSK) di Purworejo, baru-baru ini. Tamu dari Jatim yang dipimpin Abdul Munif SIP itu diterima Bupati H Kelik Sumrahadi. Wakil Ketua Komisi E DPRD Blitar Drs Zamroji menyatakan di daerahnya merebak praktik-praktik prostitusi. Selain ada tiga lokalisasi juga banyak PSK yang mangkal di berbagai tempat di pusat kota. Menurut pandangannya, desakan untuk menutup lokalisasi terus menguat dari kalangan agama. Pada sisi lain, DPRD berpikir tentang perlunya solusi pascapenutupan lokalisasi. Bupati Kelik Sumrahadi mengemukakan, semula di daerahnya ada dua lokalisasi, yaitu di Purworejo dan Kutoarjo. (yon-39j) RS Sardjito Tombok Rp 1,8 M Yogyakarta- Pada pemberitaan di Harian Suara Merdeka terbitan tanggal 3 Januari 2006 halaman 24 (Kedu & DIY) ada judul tulisan yang perlu diluruskan. Berita berjudul RS Sardjito Tombok Rp 11,8 M, yang benar tomboknya hanya Rp 1,8 M, dengan demikian kekeliruan tersebut telah dibetulkan.(39) |