logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 04 Januari 2006 KEDU & DIY
Line

Dua Pengidap AIDS Meninggal

  • Masih Ada 11 Penderita

TEMANGGUNG - Sampai saat ini jumlah orang yang teridentifikasi positif mengidap AIDS di Kabupaten Temanggung, tercatat ada 11 orang. Mereka terdiri atas delapan laki-laki dan tiga wanita Pekerja Seks Komersial (PSK). Jika dikategorikan berdasar usia, 10 orang di antaranya 15-30 tahun dan seorang lagi lebih dari 30 tahun.

''Ini sangat memprihatinkan karena ternyata, penderita masih usia produktif dan berstatus pelajar,'' ungkap Direktur Umum RSU Djojonegoro Temanggung dokter Adhi Mijaja di ruang kerjanya, kemarin.

Menurut dia, banyak kalangan remaja dan usia sekolah menderita AIDS karena mereka sebagai pecandu narkoba (napza) yang sering memakai jarum suntik secara bergantian.

Karena salah seorang pecandu menderita AIDS, jarum suntik itu menjadi sarana penularan HIV pada orang lain.

Sampai tahun 2005, di Temanggung ada dua orang yang meninggal karena AIDS. Mengenai kasus AIDS yang sempat ditangani RSU Temanggung sepanjang tahun 2005, mencapai dua kasus. Namun karena belum ada obat yang bisa mengatasi penyakit ini, RSU hanya bisa memperlambat perkembangbiakan HIV, sebagai upaya memperpanjang hidup penderita.

''Mungkin pengidap AIDS di Temanggung yang tidak tercatat lebih dari itu. Sebab, AIDS seperti gunung es yang hanya tampak permukaannya,'' tutur dia.

Lebih lanjut dia mengemukakan, menurut teori, setiap ada penderita AIDS di sebuah lingkungan, ada kemungkinan 100-200 orang yang lain juga mengidapnya. Namun karena penyakit ini secara sosial dianggap sebagai aib keluarga dan kerahasian penderita dilindungi UU, akibatnya banyak kasus yang ditutupi dan tidak terungkap.

''Daya kekebalan tubuh pengidap AIDS turun drastis, terutama setelah 8 tahun terserang HIV,'' ujarnya.

Memeriksakan di RSU

Di Temanggung, sambung dia, pengidap AIDS diketahui ketika yang bersangkutan memeriksakan sesuatu penyakit ke RSU.

Secara kebetulan, ketika dilakukan uji klinis maupun laboratorium dinyatakan positiv AIDS.

Selain itu, banyak pula yang diketahui ketika mereka mendonorkan darah di PMI. Setelah dicek, ternyata darah mengandung HIV. Sekretaris PMI Cabang Temanggung ini juga menginformasikan, beberapa waktu lalu pernah ada seorang mahasiswa penderita AIDS yang berulang-ulang mendonorkan darah.

Meski PMI tidak menolak keinginannya, darah itu akhirnya harus dimusnahkan.

''Seharusnya penderita menyadari dan berusaha agar orang lain tidak terkena penyakit mematikan ini. Bukan malah sengaja menularkan penyakit ke orang lain melalui transfusi darah,'' pintanya. (hsf-39m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA