| Rabu, 04 Januari 2006 | KEDU & DIY |
Jarang Kecelakaan, PO Sumber Alam Dapat PenghargaanKARENA jarang mengalami kecelakaan lalu lintas dan dinilai memberikan pelayanan baik kepada penumpang, baru-baru ini Perusahaan Otobus (PO) Sumber Alam, Kutoarjo, mendapat piagam penghargaan dari Menteri Perhubungan. Penghargaan tersebut dikukuhkan dalam SK Dirjen Perhubungan Darat Nomor SK.1974/AJ.201/DRJD/2005 tanggal 23 Desember 2005 tentang Penetapan Perusahaan Angkutan Antarkota Antarprovinsi (AKAP) yang Memberikan Pelayanan Terbaik Periode Angkutan Lebaran Tahun 2005 (1426H). Lima PO se-Tanah Air yang menerima penghargaan seperti itu adalah PO Sinar Jaya Megah Langgeng (Jakarta), PO Arimbi (Tangerang), PO Karunia Bhakti (Garut), PO Sumber Alam (Kutoarjo), dan PO Sumber Kencono (Sidoarjo). Pengurus PO Sumber Alam, Agus Setiaji, kemarin (3/1) menuturkan, penilaian dilakukan pada saat perusahaannya memberikan layanan angkutan Lebaran lalu. Setahu dia, yang dinilai antara lain tentang bentuk pelayanannya kepada penumpang, keselamatan penumpang, kebersihan kendaraan, dan manajemen perusahaan dalam mengendalikan operasional armada di lapangan. Agus tidak menyangka perusahaan tempat kerjanya itu akan menerima penghargaan. Dikatakan, selama tahun 2005, tingkat kecelakaan di perusahaan dengan 197 bus itu tergolong kecil, yakni hanya lima kali dengan korban satu orang meninggal. Kelima kecelakaan itu antara lain, kecelakaan karambol yang melibatkan motor dan mobil angkot di Jakarta, dengan korban seorang meninggal. Kemudian, berserempetan dengan motor di Purworejo dan di Yogyakarta, serta berserempetan dengan sepeda di Kebumen dan Ajibarang. Angka itu lebih kecil bila dibanding yang terjadi tahun sebelumnya. Menurut Agus, pada 2004, perusahaan sempat kehilangan seorang kernet dan tiga penumpang meninggal karena kecelakaan di jalan tol Jakarta yang diduga akibat sopirnya mengantuk. Di perusahaan milik Judi Setyawan Hambali (53) itu, imbuh Agus, selama ini memang mengedepankan pelayanan dan keselamatan penumpang. Ketentuan yang diberlakukan antara lain, kernet dilarang menyetir kendaraan di jalan umum. Kru bus melarang pengasong dan pengamen masuk kendaraan. Terminal Pemberangkatan Selain itu, untuk memberikan kenyamanan dan keamanan penumpang yang hendak naik atau turun di Kutoarjo, disediakan terminal di Jalan Diponegoro 164, Kutoarjo. Di atas lahan sekitar dua hektare (ha) dibangun terminal pemberangkatan, ruang bengkel, dan garasi. ''Saya pernah mengalami, dari Jakarta hanya mengangkut enam orang penumpang, namun bus tetap diberangkatkan sampai Purworejo,'' tutur Kabid Teknik Pengujian Kendaraan dan Perbengkelan pada Dinas Perhubungan, Moeljadi, kemarin. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Drs H Harnudin Burhan, ketika diminta komentarnya soal penghargaan bagi Sumber Alam menyatakan tidak banyak tahu, karena penilaiannya dari pusat. Meski demikian, dia ikut bangga karena PO tersebut merupakan aset Purworejo. (Eko Priyono-39d) |