logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 04 Januari 2006 INTERNASIONAL
Line

Evo Morales Awali Tur Dunia

ORINOCA - Evo Morales (46), presiden Bolivia pertama dari kalangan pribumi, melaksanakan upacara pemujaan alam sebelum dia memulai tur internasional, Selasa kemarin. Tujuan pertama lawatannya adalah Venezuela.

Setelah melakukan seremoni tradisional suku Indian Aymara di Orinoca, tempat kelahirannya di kawasan pegunungan Andean, Morales akan bertemu dengan Presiden Venezuela Hugo Chavez. Chavez merupakan sekutu dekatnya di Amerika Selatan.

Pekan lalu, Morales bertemu dengan Presiden Kuba Fidel Castro. Morales menganggap Castro sebagai guru politiknya. Bersama Chavez dan Castro, mereka mempersatukan kekuatan kiri di Amerika Latin dan menentang pengaruh Washington di wilayah tersebut.

Para penentang Morales yakin, Chavez memberikan bantuan keuangan kepada sekutunya itu untuk pemilihan presiden di Bolivia, 18 Desember lalu. Morales meraih suara 54 persen dalam pemilu tersebut. Dia akan dilantik pada 22 Januari 2006.

Amerika Serikat mencemaskan persahabatan ketiga pemimpin itu. Washington sadar, pengaruh Chavez dan sumber daya minyak Venezuela telah mengubah haluan politik sejumlah negara di kawasan itu.

Membangun Solidaritas

Namun Morales menolak tuduhan dukungan keuangan dari Chavez. Dia mengatakan, kunjungannya ke Chavez dan Castro merupakan langkah-langkah untuk membangun solidaritas.

''Kami sampai ke tahap ini berkat perjuangan rakyat,'' kata Morales kepada massa pendukungnya di Orinoca. ''Transparansi selalu menjadi sahabat saya, sebab kebenaran selalu mengalahkan kebohongan.''

Di Venezuela, juru bicara Chavez menyebut kemenangan Morales sebagai babak baru dalam transformasi politik di Amerika Latin. Selain ke Venezuela, Morales juga akan berkunjung ke Spanyol, Prancis, Belgia, Afrika Selatan, China, dan Brasil.

Dia akan mengupayakan bantuan bagi Bolivia, yang perekonomiannya termiskin di Amerika Selatan. Dia juga bakal mendiskusikan pemanfaatan sumber daya gas alam Bolivia. Cadangan gas alam Bolivia merupakan kedua terbesar di Amerika Selatan. Sumber gas alam terbesar di kawasan itu dimiliki oleh Venezuela.

Sebagai mantan pemimpin petani koka Bolivia, Morales juga mengharapkan dukungan bagi rencananya melindungi tanaman koka. Perlindungan terhadap tanaman koka akan membantu kehidupan suku Indian.

Namun Washington gencar mendanai kampanye perang terhadap koka. Kampanye itu bertujuan memotong jalur penyelundupan kokain. AS menganggap Bolivia sebagai penghasil kokain terbesar ketiga di dunia.

Sebelum keberangkatannya, Morales mengadakan perayaan bersama warga kota kelahirannya. Warga Orinoca menyambutnya dengan pakaian beraneka warna. Mereka mengguyur Morales dengan alkohol dalam upacara tradisional suku Aymara. (rtr-ben-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA