logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 04 Januari 2006 INTERNASIONAL
Line

Tambang Batu Bara Virginia Meledak

  • 13 Penambang Terperangkap di Kedalaman 76 Meter

TALLMANSVILLE - Tim-tim penyelamat berusaha menolong 13 pekerja tambang batu bara di West Virginia, Selasa kemarin. Para pekerja itu terperangkap selama lebih dari 21 jam setelah pertambangan itu meledak.

Sejauh ini, belum ada komunikasi dengan para pekerja yang terperangkap di pertambangan Sago, sekitar 160 kilometer dari Charleston. Ledakan pertambangan itu terjadi Senin pagi lalu.

Pejabat pertambangan itu menolak berspekulasi mengenai kondisi para pekerja tersebut. Para penambang itu terperangkap di sebuah lubang dengan kedalaman 76 meter.

Tim penyelamat mulai mengebor untuk mencapai lubang tempat para pekerja itu berada. Kemudian, mereka akan memasukkan mikrofon untuk mendeteksi apakah para pekerja itu masih hidup.

Upaya penyelamatan itu terhambat lantaran tingginya konsentrasi gas di luar lubang. Petugas khawatir, gas tersebut berbahaya. Kemudian, tim penyelamat menggunakan kipas untuk mengurangi konsentrasi gas tak dikenal itu.

Satu tim penyelamat kemarin telah mencapai kedalaman sekitar 60 meter pada pukul 01.18 waktu setempat (13.18 WIB). Upaya penyelamatan itu akan dilakukan terus-menerus sampai seluruh korban bisa dikeluarkan.

Pihak berwenang mengerahkan 14 tim secara bergantian, untuk melaksanakan misi menjangkau para korban. Gubernur West Virginia Joe Manchin mengatakan, upaya penyelamatan diperkirakan akan berlangsung sepanjang malam.

''Proses penyelamatan memang berlangsung sangat lambat,'' kata Wakil Presiden Direktur Gene Kitts. ''Tim-tim penyelamat terpaksa menggunakan alat-alat sederhana untuk melakukan penggalian.

Bukan Pemula

Kitts mengatakan sembilan dari 13 pekerja yang terperangkap itu berpengalaman lebih dari 30 tahun di sektor pertambangan. Rata-rata, mereka telah bekerja di pertambangan selama 23 tahun.

''Mereka bukan pekerja pemula,'' kata dia. ''Jadi, kami yakin bahwa pengalaman dan insting mereka akan sangat membantu. Mereka pasti telah melakukan segala cara untuk menjauhkan diri dari bahaya.''

Para pejabat perusahaan tambang itu mengatakan, setiap pekerja mengenakan masker dan tabung oksigen yang bisa bertahan selama satu jam. Ratusan keluarga dan sahabat para pekerja itu berkumpul di dekat gereja Baptist.

Loretta Abel mengatakan, tunangannya terperangkap dalam ledakan tambang itu. ''Dia semula berjanji akan menelepon hari ini. Dia ingin mencari lebih banyak uang untuk menikmati liburan,'' katanya kepada Reuters melalui telepon.

Lara Ramsburg, juru bicara Gubernur Manchin, mengatakan ledakan itu terjadi ketika pertambangan tersebut dibuka kembali setelah ditutup selama libur Natal dan Tahun Baru.

Saat terjadi ledakan, sebuah mobil yang membawa enam pekerja tambang keluar dari lokasi pertambangan. (rtr-ben-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA