logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 04 Januari 2006 BANYUMAS
Line

''Nyamuk Menggigit pada Pagi Hari''

KEPALA DKKS dokter Dyah Retnani Basuki sejak Oktober 2005 sudah ada feeling akan terjadi kasus DBD di Purbalingga. Saat itu, penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut baru menyerang DKI Jakarta dan Semarang.

''Ketika itu saya kan sudah memberi peringatan kepada semua jajaran dinas dan masyarakat untuk waspada. November dan awal Desember kita aman. Namun, pada akhir Desember muncul satu kasus yang segera diikuti kasus lain di tempat yang sama,'' ujar Dyah, Selasa (3/1).

Dyah mengemukakan, nyamuk Aedes aegypti mempunyai ciri-ciri khusus yang tidak dimiliki nyamuk-nyamuk lainnya. Yaitu tubuhnya loreng-loreng, berkembang di tempat yang ada airnya yang tidak langsung berhubungan dengan tanah. Nyamuk ini tidak berkembang di selokan, got, atau kolam karena airnya berhubungan langsung dengan tanah.

''Nyamuk tidak menggigit pada malam hari tetapi justru pagi hingga sore hari. Jentik-jentik nyamuk itu bergerak aktif di dalam air. Gerakannya berulang-ulang dari bawah ke atas permukaan air untuk bernapas lalu turun lagi. Pada waktu istirahat, posisi jentik itu hampir tegak lurus dengan permukaan air,'' paparnya.

Tanda-tanda orang yang terkena DBD secara umum adalah mendadak mengalami panas tinggi selama 2-7 hari. Kemudian muncul bintik merah di kulit seperti bekas digigit nyamuk, terkadang pasien mengalami mimisan, berak darah, atau muntah darah. Pasien juga mengalami nyeri ulu hati karena pendarahan di lambung.

''Jika sudah parah, penderita gelisah. Ujung tangan dan kakinya terasa dingin tetapi berkeringat. Apabila pasien sudah pada tahap seperti ini dan tidak segera dibawa ke rumah sakit, dia bisa meninggal dalam 2-3 hari,'' kata Dyah.

Untuk pertolongan pertama penderita DBD, memberi minum sebanyak-banyaknya. Kompres kepalanya dengan air dingin. Beri obat penurun panas dan bawa segera ke puskesmas atau dokter. (Arief Noegroho-16j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA