logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 04 Januari 2006 BANYUMAS
Line

Minim, Pengetahuan Petani tentang Varietas Padi

BANJARNEGARA - Pengetahuan para petani tentang berbagai macam varietas padi hasil penelitan Balai Penelitian Tanaman Padi (Balitpa) Departemen Pertanian, masih minim. Padahal sampai saat ini, paling tidak terdapat 150 varietas padi unggul hasil penelitian balai itu.

''Sebagian besar petani masih berkutat dengan varietas lama, seperti IR dan Cisadane. Padahal, masih banyak bibit unggul lain yang belum mereka ketahui dan kembangkan,'' ungkap Kepala Balitpa Deptan Dr Hasil Sembiring pada sela-sela acara penanaman perdana 60 varietas padi unggul di Desa Merden Kecamatan Purwonegoro, Banjarnegara, Selasa (3/1) kemarin.

Dia mengungkapkan, bibit-bibit unggul yang coba dikembangkan pada lima hektare lahan di Desa Merden itu punya kelebihan masing-masing. Dia berharap, dari penanaman perdana ini, petani bisa membandingkan hasilnya dengan varietas yang selama mereka tanam. Selanjutnya, mereka bisa memutuskan untuk mengembangkan varietas baru tersebut atau tidak.

''Selain memperkenalkan varietas unggul, kami menyertakan teknologi penanaman dan perawatan. Jika petani biasa menanam banyak bibit dalam satu rumpun, dengan varietas ini kami memperkenalkan tanam bibit tunggal,'' ungkapnya.

Dengan bibit tunggal, petani bisa menghemat pengadaan bibit, pupuk, dan waktu tanam. Sebab, umur bibit lebih muda dan terbukti bisa beranak banyak serta menghasilkan butir padi yang tak kalah banyak dengan pola tanam bibit konvensional.

Kendalikan Hama

Dia menyatakan, pola penanaman bermacam varietas itu juga menyiasati siklus perkembangan virus dan hama padi. Jika sering menanam satu varietas, kemungkinan terserang virus dan penyakit cukup tinggi. Selain itu, hama susah dikendalikan.

Kepala Dinas Pertanian Banjarnegara Sayidi melalui Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan Singgih Singgih Haryono menyatakan, 50% petani di Banjarnegara senang menanam padi IR 64. Padahal, jenis itu saat ini sudah tak begitu tahan terhadap wereng.

''Jika terjadi ledakan serangan wereng, bisa dibayangkan 50% tanaman padi petani kita akan habis. Untuk itulah, sudah tiba saatnya petani mencoba mengembangkan varietas lain,'' imbaunya.

Bupati Banjarnegara Drs Djasri MM,MT pun memberikan dukungan atas usaha pengembangan berbagai varietas padi di wilayahnya. Sebab, menurut dia, upaya penganekaragaman itu akan memperluas pengetahuan petani dan berdampak pada kemajuan bidang pertanian.

''Kami siap menyediakan dana APBD berapa pun, jika memang usaha pengembangan beragam varietas ini serius dan terbukti bermanfaat bagi petani,'' tambahnya. (mos-16m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA