logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 03 Januari 2006 NASIONAL
Line

Aneka Warta

Kebisingan Kota Mengganggu Pendengaran

BANDUNG - Tingkat kebisingan di sejumlah kota besar di Tanah Air sudah melewati ambang batas normal yang ditetapkan. Terlebih saat ini, perkembangan jumlah kendaraan bermotor terus meningkat, selain perencanaan tata ruang yang tidak mengikuti aturan.

''Bagi pengguna jalan, tingkat kebisingan itu mengganggu konsentrasi mereka. Jika terus-menerus, dapat mengakibatkan gangguan pada pendengaran,'' ungkap Koordinator Lapangan Pengukuran Uji Kebisingan dari Litbang Pekerjaan Umum Taufik Ridwan kepada wartawan saat melakukan pengujian di Jalan Diponegoro Bandung, Senin (2/1).

Saat ini, ujar dia, tingkat kebisingan sudah lebih dari 70 desibel terutama untuk wilayah pertokoan dan jasa serta kondisi yang dihitung dari pinggir jalan. Dia juga mengungkapkan, untuk kawasan perumahan dan terbuka hijau, angka yang ditetapkan adalah 50-55 desibel.

Menurut keterangan Taufik yang sudah menggeluti masalah kebisingan selama sembilan tahun itu, setiap tahun tingkat kebisingan di sejumlah kota besar di Indonesia terus mengalami peningkatan mengikuti dinamika perkembangan kota tersebut.

Puncak tingkat kebisingan setiap hari berlangsung pada pukul 08.00-10.00 dan pukul 14.00-15.00. Dia mengharapkan, kondisi tersebut dapat disikapi oleh pemerintah daerah. Kepada pengguna jalan, dia menyarankan agar mempertimbangkan memakai penutup telinga untuk menghindari efek yang ditimbulkan. (dwi-60j)

Hari Pertama, Dana SLT Langsung Ludes

BANDUNG - Hari pertama pencairan dana subsidi langsung tunai (SLT) tahap II di Bandung benar-benar disambut suka cita oleh masyarakat miskin. Di Kantor Pos Besar Bandung, jumlah orang yang mewakili rumah tangga miskin 4.000-an orang. Demikian disampaikan Humas Suyud Suhendar di tempat pembagian dana SLT, Senin (2/1). Jumlah warga yang berhak menerima SLT dari data yang dijadwalkan kemarin adalah 3.918 keluarga.

Meski membeludak, tidak ada insiden. Massa yang sebagian besar manula mengambil dana bantuan tersebut dengan tertib. Mereka bahkan dilayani hingga pukul 15.00, padahal menurut jadwal pukul 08.00-14.00.

Suyud mengemukakan, jumlah penerima berdasarkan data terbaru dari BPS. Ada pengurangan jumlah penerima jika dibandingkan tahap pertama dari semula 71.292 keluarga menjadi 62.728 keluarga karena sisanya dicoret dari daftar.

''Walau begitu, sejauh ini kami belum bisa menerima jumlah keluarga miskin tambahan yang berhak menerima SLT. Yang jelas, kami siap menyalurkannya jika data susulan itu datang,'' tegasnya.(dwi-60j)

Mantan DPRD Sumbar Segera Dieksekusi

PADANG - Kepala Kajati Sumbar Antazari Azhar mengatakan, eksekusi terhadap 33 orang mantan pimpinan dan anggota DPRD Sumbar periode 1999-2004 dalam kasus korupsi APBD 2002 tinggal menghitung hari. Tim eksekutor diberi waktu menyiapkan pelaksanaannya dalam dua hari, (Senin, 2/1 hingga Selasa, 3/1).

"Eksekusi tinggal menunggu persiapan para eksekutor," ujarnya di Padang, kemarin. Ia menambahkan, saat ini tengah dilihat sejauh mana persiapan tim tersebut dan aspek pendukung lainnya. "Dua hari ini persiapan tim eksekutor harus siap," tegasnya.

Ketika didesak kapan eksekusi akan dilakukan, Antasari menjelaskan, "Insya Allah dalam bulan ini (Januari 2006-Red)". Ia menyebutkan, dirinya telah melihat isi keputusan Mahkamah Agung tentang penolakan kasasi atas vonis terhadap para mantan anggota DPRD tersebut, sehingga persiapan eksekutor dilakukan secepatnya.

Menurut dia, eksekusi wajib dilakukan sebagaimana diatur dalam Pasal 27 KUHAP, di mana terhadap keputusan yang sudah berkekuatan hukum tetap harus dilakukan eksekusi meskipun terpidana mengajukan peninjauan kembali (PK) dan pemohonan grasi pada Presiden.(ant-60v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA