logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 03 Januari 2006 SEMARANG
Line

Dikeluhkan, Harga Beras Melambung

GROBOGAN - Beberapa warga Kabupaten Grobogan mengeluhkan kenaikan harga beras di pasaran yang mencapai Rp 500 -Rp 1.000/kg. Mereka berharap pihak terkait memperhatikan permasalahan tersebut. Satrio (43) warga Purwodadi mengatakan, belakangan ini harga beras mulai naik. Betapa tidak? Membeli beras dari selepan saja sudah Rp 3.800/kg. ''Kalau harga naik terus, kami harus makan apa?'' keluhnya.

Agus (30) pedagang beras asal Jenglong Barat, Purwodadi mengungkapkan, belakangan ini harga beras merambat naik. Untuk jenis IR 64 biasa dan rojolele, harga naik Rp 200 - Rp 500/kg. Sebelumnya, harga kedua jenis beras Rp 3.200-Rp 3.400/kg.

Untuk IR 64 super dan rojolele kualitas terbaik yang semula Rp 3.700 - Rp 4.500/kg, kini naik Rp 500-Rp 1.000/kg. ''Saya mengikuti kenaikan harga dari pemasok. Yang jelas, kenaikan sudah terjadi dalam dua minggu terakhir,'' ungkapnya.

Meski demikian, kenaikan harga beras tersebut disambut gembira oleh para petani. Sebab, berdampak pada kenaikan harga gabah hasil panen mereka. ''Kalau harga gabah naik, kami merasa senang,'' tutur Slamet (43), petani asal Purwodadi.

Ketua Komisi B DPRD Grobogan M Nurcholis mengatakan, pihaknya akan mengecek terlebih dahulu kenaikan harga tersebut. ''Jika benar, tentu kenaikan harga itu sangat memberatkan masyarakat. Karena itu, kami minta kepada dinas/instansi terkait melakukan operasi pasar,'' ujarnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pertambangan (Disperindag) Edy Haryoto melalui Kabag Humas Adi Djatmiko . Menurut dia, pihaknya akan mengecek terlebih dahulu kabar kenaikan harga itu. ''Jika memang diperlukan operasi pasar, kami akan meminta Bulog melalui Gubernur Jateng,'' tandasnya. (H3-51m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA