logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 03 Januari 2006 SEMARANG
Line

Kinerja Panwas Pilkada Dipertanyakan

DEMAK- Kendati belum memasuki masa kampanye pilkada, para tim sukses pasangan calon bupati sudah memasang berbagai spanduk di sejumlah titik. Meski tidak ada materi ajakan untuk memberikan dukungan, pemuatan tanda gambar dari para calon dapat dipahami sebagai sosialisasi agar calon lebih dikenal.

Di antara balon yang telah memasang spanduk disertai tanda gambar pasangan calon adalah tim sukses pasangan H Noer Hamid Wijaya-H Ahmad Iriyanto. Mereka memasang tanda gambar disertai ucapan selamat jalan kepada calon jamaah haji yang dipasang di sekitar alun-alun depan Masjid Agung Demak.

Selain itu mereka juga memasang stiker di beberapa lokasi bahkan pengadaan rokok bergambar calon. Pengadaan dan pemasangan stiker di beberapa mobil juga dilakukan pasangan H Tafta Zani-KH Muhammad Asyiq. Sementara calon bupati dari PDI-P, Hj Endang memasang gambar dirinya di kertas bungkus roti bantuan pemkab. Meski dalam bungkus roti itu tidak berpasangan dengan calon wakil bupatinya, KH Nurul Huda, akan tetapi foto yang terpampang sama persis dengan foto yang dipakai untuk tanda gambar dalam pencalonan mendatang.

''Karena itu sebaiknya panwas menyikapi secara tegas. Mana batasan-batasan waktu serta bentuk kampanye dan mana yang bukan kampanye,'' ujar anggota DPRD Demak, Abdul Manan .

Menurut penuturannya, jika panwas tidak jeli menangkap persoalan itu bukan tidak mungkin akan menuai protes masyarakat. Terlebih, keempat calon yang muncul memiliki dukungan massa yang bisa dikatakan berimbang. Pemasangan spanduk yang berisi ucapan selamat jalan kepada calon jamaah haji oleh bakal calon bupati tertentu, kata Sumardi, anggota DPRD dari Guntur, harus dikritisi apakah dapat dipandang sebagai upaya sosialisasi atau tidak. Sebab, pemasangan tanda gambar tersebut dimaksudkan untuk diketahui oleh masyarakat umum.

''Sejak panwas dilantik sampai sekarang harusnya langsung bekerja ekstra, utamanya untuk membuat aturan main atau rambu-rambu kampanye.''

Apabila munculnya spanduk semacam itu dibiarkan, bukan tidak mungkin akan terjadi persaingan mencari simpatik melalui spanduk dan akan memanaskan suasana politik di Demak.

Ketua Panwas Demak, Asyifuddin Latif mengatakan, pihaknya masih berkonsentrasi memberikan pembekalan kepada panwas kecamatan. Diakui, panwas belum membahas persoalan aturan main kampanye bersama para tim sukses dan KPU.

Direncanakan, pembahasan itu baru belangsung antara Rabu (4/2) atau Kamis (5/2) . ''Kami baru menyusun jadwalnya, kemarin masih sibuk kegiatan pembekalan untuk panwas kecamatan,'' tuturnya didampingi anggota panwas lainnya, M Holim. (H1-51 )


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA