logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 03 Januari 2006 SEMARANG
Line

Asrama Mahasiswa Tingkatkan Kredibilitas Kampus

SEMARANG - Rencana pembangunan asrama mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip), merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan kredibilitas kampus tersebut. Saat ini, salah satu universitas negeri di Indonesia yang belum memiliki asrama mahasiswa adalah Undip. Sementara ITB, IPB, Unas, UI, UGM, dan bahkan Unsoed Purwokerto, telah memilikinya sejak dulu.

Undip dalam waktu dekat juga akan memiliki asrama bagi mahasiswanya yang berlokasi di kawasan kampus Tembalang. Namun, rencana pembangunan asrama itu menuai protes dari warga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Solidaritas Masyarakat Tembalang dan Sekitarnya (Forsolitems). Mereka beralasan, dengan pembangunan asrama tersebut, akan mematikan usaha indekos yang dijalani selama ini.

Rektor Undip Prof Ir Eko Budihardjo MSc menyatakan, pembangunan asrama mahasiswa tidak akan memuat lebih dari 10% dari seluruh jumlah mahasiswa. "Asrama tersebut akan menampung mahasiswa kurang lebih 600 orang, bukan 3.000 seperti yang warga khawatirkan. Hanya 600 orang dari 16.000 mahasiswa kan kecil sekali, jadi warga tak perlu resah tempat indekosnya tidak akan laku," paparnya.

Selain itu, kata dia, mahasiswa yang tinggal di asrama hanya diperbolehkan menempatinya satu tahun. Setelah itu, mereka akan mencari indekos di luar, karena asrama akan diperuntukkan bagi mahasiswa baru lagi.

Dia mengatakan, mulai Februari, dengan bantuan Islamic Development Bank (IDB), kampus Undip Pleburan akan pindah ke Tembalang. IDB akan membantu pemindahan kampus tersebut selama tiga tahun, yakni mulai 2006 sampai 2009 mendatang. Dengan penambahan empat fakultas, yakni ISIP, Hukum, Ekonomi, dan Sastra, jumlah mahasiswa Undip di Tembalang menjadi sekitar 32.000 orang.

Eko menyatakan semua hal tersebut saat melantik pejabat struktural, yakni kepala biro administrasi akademik dan kepala biro administrasi kemahasiswaan, di Gedung Prof Soedharto Senin (2/1) kemarin. Kepala Biro Administrasi Akademik yang baru adalah Purwati SH, sedangkan Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan dijabat Winoto SSos.

Menurut rencana, pembangunan asrama dimulai awal Februari dengan lokasi di dekat stadion Undip atau di sebelah timur LPPU. Asrama akan dibangun dua blok, dengan jumlah kamar masing-masing 94 buah, yang merupakan bantuan dari Perumnas dan Departemen Pekerjaan Umum (PU).

Eko menyatakan, asrama mahasiswa merupakan bagian tak terpisahkan dari aktivitas kampus. Sebab dengan adanya asrama, kehidupan kampus diharapkan berlangsung dari pagi hingga pagi lagi. Dengan begitu, diharapkan perpustakaan pun akan buka hingga pukul 21.00 agar mahasiswa bisa belajar.

Pada penilaian peringkat perguruan tinggi versi Asia Week beberapa waktu lalu, Undip menempati peringkat ketiga setelah UI dan UGM. "Salah satu poin penilaian utamanya adalah perguruan tinggi memiliki asrama mahasiswa. Hanya Undip yang belum memiliki asrama tersebut," ujarnya. (sjs-44d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA