logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 03 Januari 2006 SEMARANG
Line

Dugaan Korupsi di SMK 3 Dilaporkan

SEMARANG - Setelah dugaan korupsi di SMA 3 dilaporkan ke Kejari Semarang beberapa waktu lalu, kejaksaan baru-baru ini mendapat laporan kasus serupa yang terjadi di SMK 3 Semarang.

Kepala Kejati Parnomo SH melalui Asisten Intelijen Zulkarnain didampingi Kasi Ekonomi Moneter Firman Priyadi, mengungkapkan hal itu, kemarin. Laporan tersebut, kata Zulkarnain, telah didisposisikan ke Kejari Semarang agar ditindaklanjuti dan diklarifikasikan kepada terlapor dan pihak-pihak terkait lainnya.

Selaku terlapor kasus itu, yakni mantan Kepala Sekolah Drs Bambang Suharjono. Adapun pelapornya anonim, hanya mencantumkan identitasnya sebagai orang tua siswa. Namun nama jelasnya tidak disebutkan.

Poin-poin yang dilaporkan ke kejaksaan tersebut adalah uang paket seragam senilai Rp 500.000 per siswa lewat koperasi siswa, sementara koperasi tersebut tidak ada. Kemudian uang SPP/Komite Sekolah senilai Rp 130.000 per siswa untuk bulan Juni 2005-Juni 2006 tidak sesuai ketentuan.

Selain itu, tiap orang tua siswa juga ditarik dua jenis sumbangan, yaitu sumbangan sukarela untuk pembelian alat praktik yang jumlahnya bervariasi antara Rp 750.000 hingga Rp 3 juta, dan sumbangan pengembangan institusi (SPI). Untuk tiap siswa rata-rata berkisar Rp 1,75 juta.

Dari uang paket seragam dan sumbangan itu, yang dilaporkan ke wali kota melalui Dinas Pendidikan Kota Semarang oleh terlapor, hanyalah SPI saja. Adapun penarikan yang lain tidak dilaporkan.

Kajari Semarang Soedibyo SH, saat ditemui di ruang kerjanya, sedang tidak ada di tempat. Ketika dikonfirmasi melalui telepon, Kajari mengemukakan, permasalahan itu agar ditanyakan dulu ke Kejati. Sebab, dirinya sedang berada di luar kota.

Sementara itu, Bambang Suharjono dihubungi secara terpisah mengungkapkan, laporan yang dituduhkan terhadapnya itu tidak betul.

"Kalau uang gedung dan lain-lainnya, kan tidak semua orang tua dapat melunasi secara langsung. Jadi, yang kami laporkan yang sudah terlunasi dulu. Sementara itu, mengenai pengadaan alat-alat juga sudah dibelikan sebagaimana mestinya," papar dia.

Pihaknya juga mengaku sudah diperiksa Dinas Pendidikan serta Bawasda, dan tidak ada masalah. Kepala Bawasda Bayi Priyono ataupun Kadinas Pendidikan Sri Santoso hingga berita ini diturunkan belum dapat dimintai konfirmasinya. (yas-56v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA