| Selasa, 03 Januari 2006 | SEMARANG |
Dibentuk Tim Terpadu Penanggulangan KebakaranBALAI KOTA - Pemkot membentuk tim terpadu penanggulangan kebakaran. Dengan tim tersebut, setiap kali terjadi kebakaran, instansi yang menangani bukan hanya Dinas Kebakaran Kota Semarang. Kepala Dinas Kebakaran Kota Semarang Andi Agus Wandono SH, Senin (2/1), menyampaikan hal itu di sela-sela latihan operasionalisasi mobil tangga di kantor, Jl Madukoro. ''Walaupun instruksi Wali Kota tentang tim masih dalam proses akhir di Bagian Hukum, setiap kali ada kebakaran tim sudah turun,'' ungkapnya. Dalam tim, Dinas Kebakaran menjadi pemimpin. Instansi lain yang terkait, PDAM, Dinas Tata Kota dan Permukiman, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pertamanan dan Pemakaman, Dinas Kesehatan, Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat, camat serta lurah. Dalam tim, DPU berperan mengerahkan alat berat. Instansi itu juga bertugas memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pembuatan portal. Saat ini banyak warga yang membangun portal dengan tujuan mengamankan wilayah. Namun, sarana pengaman itu pada saat terjadi kebakaran justru sering menghambat mobil pemadam. Penghambat lain adalah agapura yang terlalu pendek. Ketinggian gapura, menurut dia, minimal harus 3,5 meter sehingga mobil pemadam bisa lewat. Setiap dua pekan sekali, Dinas Kebakaran mengadakan latihan internal. Seperti yang diadakan Senin kemarin, para personel berlatih mengoperasikan mobil tangga. Alat itu dipakai untuk mengatasi kebakaran gedung-gedung tinggi. Pemkot akan mengundang pengusaha besar, real estate, dan kawasan industri untuk menyiapkan pos dan mobil pemadam. Dinas Kebakaran saat ini memiliki 137 personel lapangan, dua inspektur kebakaran, tujuh instruktur kebakaran, 13 mobil pompa, lima mobil tangki dengan pompa portable, dua mobil tangga, 225 hidran tetapi yang berfungsi 22, 31 sumur yang berfungsi 12, dan lima pos pemadam. (G6-37m) |