logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 03 Januari 2006 SEMARANG
Line

5.755 Kartu SLT Salah Sasaran

SEMARANG - Sebanyak 5.755 kartu subsidi langsung tunai (SLT) di Kota Semarang, ditengarai salah sasaran. Badan Pusat Statistik (BPS), kini melakukan verifikasi untuk memeriksa persoalan itu. Diharapkan, hasil verifikasi bisa diketahui dalam satu atau dua hari mendatang, sehingga tidak menjadi kendala bagi proses pembagian tahap II yang dimulai Senin (2/1) kemarin.

Demikian disampaikan Kepala BPS Kota Semarang Wardoyo, di sela-sela pertemuan dengan Wali Kota Semarang, terkait dengan pembagian SLT tahap II. Dijelaskan, dari jumlah itu, 557 kartu SLT yang salah sasaran dipastikan ditarik.

''Kami telah mengirimkan surat pembatalan kepada warga yang tidak layak miskin itu. Kami berharap mereka yang tidak berhak itu bisa legawa. Mereka kan bisa mengukur diri sendiri, sebenarnya layak atau tidak menerima SLT,'' kata Wardoyo.

Dia mengatakan, kartu-kartu yang ditarik itu tidak memenuhi minimal 9 dari 14 kriteria miskin yang ditetapkan BPS Pusat. Bahkan, ditemukan penerima tahap I memiliki rumah bagus dan kendaraan bermotor.

Menurut Wardoyo, pihaknya telah berkoordinasi dengan kantor pos yang melakukan pendistribusian tahap II. Daftar kartu salah sasaran akan dikirimkan ke kantor pos, sehingga bisa dilakukan pemblokiran.

''Mereka yang termasuk daftar tidak layak miskin itu, secara otomatis tidak bisa mencairkan SLT,'' tambahnya.

Kepala Kantor Pos Besar Klas II Semarang Djoko Suhartanto menjelaskan, hingga Senin (2/1), pihaknya belum menerima daftar tidak layak miskin. Padahal, pencairan tahap II sudah dilakukan. Kalau daftar itu tidak segera disampaikan ke kantor pos, dikhawatirkan akan menimbulkan kesulitan, terkait dengan pengembalian dana bantuan yang salah sasaran. ''Untuk hari ini (kemarin-Red), kami sudah mencairkan 440 dari 554 kartu untuk Mlatibaru dan Kauman,'' ujar Djoko.

Hingga 14 Januari, pembagian tahap II akan dilakukan di Kantor Pos Besar Johar. Pembagian dilakukan bergiliran, untuk menghindari antrean panjang. Hari ini (3/1), giliran Kelurahan Kranggan, Pendrikan Lor, dan Kembangsari. Kemudian, penerima dari Kelurahan Dadapsari pada hari berikutnya, disusul Kelurahan Purwodinatan dan Mlatiharjo pada Kamis (5/1).

Berturut-turut, Kelurahan Rejomulyo, Pendrikan Kidul, dan Sekayu dijatah Jumat (6/1), sedangkan Kelurahan Kaligawe dan Pandansari pada Sabtu (7/1). Pekan berikutnya, Senin (9/1), pencairan diperuntukkan bagi penerima dari Kelurahan Sawahbesar dan Bangunharjo.

Berselang sehari, karena libur Idul Adha, Kelurahan Bululor bisa mencairkan Rabu (11/1), disusul Tambakrejo, dan Kemijen memperoleh giliran terakhir, Jumat (13/1).

Wali Kota Sukawi Sutarip meminta kantor pos menambah loket untuk mengantisipasi antrean panjang. Selain itu, khusus untuk wilayah yang cukup jauh, dimungkinkan untuk membuka loket pada kelurahan atau kecamatan. ''Penentuan loket di kelurahan atau kecamatan itu, akan dibahas pada rapat besok (hari ini-Red). '' (H9,H5,fzm-44d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA