| Selasa, 03 Januari 2006 | INTERNASIONAL |
California Banjir, Oklahoma Masih KebakaranFORESTVILLE - Hujan lebat tanpa henti mengakibatkan banjir di kota-kota di wilayah California Utara Senin kemarin. Menurut perkiraan Badan Cuaca Nasional, cuaca buruk ini masih akan berlanjut Selasa ini. Seorang kakek, DeeWayne Jackson (63), tewas tertimpa pohon tumbang di taman di Vacaville. Hujan lebat selama beberapa hari ini mengakibatkan sungai meluap dan banjir di Napa, yang terkenal dengan produk anggurnya. Kota-kota di utara San Fransisco juga dilanda banjir. Banjir besar menghantam Sonoma County, kota resor terbesar di pinggiran Sungai Rusia. Kantor-kantor dan rumah-rumah di daerah itu terendam banjir. ''Penduduk enggan meninggalkan daerah bantaran sungai. Situasi di sana memang memprihatinkan, apalagi kalau hujan tak kunjung berhenti,'' kata Jean Alves, juru bicara Pusat Operasi Darurat Sonoma County. Dia mengatakan, kondisi jalanan yang buruk mengakibatkan kasino terbesar di wilayah itu ditutup. Aparat pemerintah di Napa mengatakan, situasi terburuk sudah berlalu. Petang kemarin, ketinggian air Sungai Napa sudah di bawah tingkat banjir. Sebanyak 4.000 orang yang diungsikan sudah diperbolehkan pulang kembali. Namun, beberapa pengungsi menjumpai rumahnya hancur dilanda banjir atau longsor lumpur. Di Forestville, jalan besar menuju kawasan Guerneville masih kebanjiran, demikian pula beberapa jalan di kawasan itu. Tetapi, penduduk setempat tidak terpengaruh bencana dan tetap menjalankan aktivitas sehari-hari saat hujan kembali turun. Sepasang suami-istri menyusuri tempat penimbunan pasir untuk memeriksa seberapa jauh kerusakan akibat banjir. Sepasang suami-istri lainnya terlihat mengangkut barang-barang mereka dengan mobil sampai ke batas banjir, kemudian melanjutkan perjalanan ke rumah dengan naik sampan. Hujan dikhawatirkan akan mengacaukan Parade Bunga tahunan di Pasadena Selasa ini. Api Masih Mengamuk Sementara itu, musibah kebakaran di Oklahoma dan Texas masih berlanjut. Amukan api semakin berkobar karena suhu udara panas dan angin kencang. Belasan rumah di sekitar Oklahoma City terbakar. Sedikitnya 20 keluarga harus diungsikan ketika api mendekati kediaman mereka. Kebakaran di Oklahoma ini sudah berlangsung sejak beberapa hari lalu di dataran rendah Great Plains. Kekeringan selama berbulan-bulan, ditambah dengan cuaca panas ''salah musim'' mengubah padang rumput (prairi) di Oklahoma dan Texas rawan terbakar. Sheriff Oklahoma County John Whetsel mengatakan, Senin kemarin ada 19 lokasi yang dilanda amukan api. Namun, api berhasil dilokalisasi sehingga tidak mengancam rumah-rumah atau kompleks perdagangan. Sedemikian luasnya kebakaran itu, langit di horison di kawasan ibu kota Oklahoma terlihat terang benderang oleh nyala api. Michelann Ooten, juru bicara Departemen Manajemen Darurat Oklahoma mengatakan seluas 10.120 hektare hangus oleh kobaran api selama pekan lalu. Sebanyak 100 rumah hancur atau rusak dan seorang warga tewas Rabu lalu. Sejak 1 November, lahan seluas 101.200 hektare di wilayah Oklahoma menjadi sasaran amukan api. Suhu udara Senin kemarin mencapai 25 derajat Celcius di sebagian besar wilayah negara bagian itu. Untuk ukuran negara subtropis, temperatur ini sudah sangat tinggi di atas rata-rata normal. Gubernur Oklahoma Brad Henry mengatakan, dia telah minta Presiden George W Bush untuk mempercepat proses pemberlakuan keadaan bencana agar bantuan dari pemerintah federal dapat segera dikerahkan. Wilayah Texas juga menderita musibah kebakaran selama pekan lalu. Sebanyak 90 rumah di kota kecil Cross Plains di Texas tengah hangus terbakar. Sedikitnya tiga orang tewas dalam musibah ini.(rtr-gn-25) |