logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 03 Januari 2006 EKONOMI
Line

sekilas ekonomi

Tiga Bank Siap Masuk BEJ

JAKARTA-Sebanyak 3 bank nasional telah menyatakan siap melantai di Bursa Efek Jakarta (BEJ) tahun ini. Ketiga bank yang akan menawarkan sahamnya ke publik diperkirakan salah satunya adalah Bank Bukopin yang sebelumnya berencana IPO (Initial Public Offering) tahun lalu

"Sebanyak tujuh perusahaan sudah sounding ke BEJ, tiga dari bank dan sisanya sektor infrastruktur dan jasa lainnya," kata Dirut BEJ, Erry Firmansyah di Gedung BEJ, Senin (2/1/2006).

Namun Erry, belum bisa memastikan kapan tepatnya perusahaan-perusahaan itu listing di bursa. Yang jelas, Erry optimistis tahun ini jumlah emiten yang mencatatkan sahamnya di bursa akan lebih banyak dibanding tahun lalu.

BEJ menargetkan 20 emiten baru pada 2006, sedangkan pada tahun lalu dari target 15 perusahaan yang berhasil dijaring BEJ hanya 8 emiten. Perusahaan yang berminat masuk bursa tahun ini antara lain sektor perbankan, perusahaan manufaktur dan jasa. (dtc-59)

DuPont Perusahaan ''Paling Hijau''

JAKARTA- DuPont meraih urutan paling tinggi sebagai Perusahaan Paling Hijau/ramah lingkungan (The Top Green Companies) versi Business Week liputan khusus edisi 12 Desember 2005.

Menurut Public Affairs Manager Dupont Indonesia, Asnita Kasmita di Jakarta kemarin, penilaian tersebut berdasarkan pada pengurangan total emisi gas dan juga pada kinerja perusahan yakni pendapatan dan manajemen kepemimpinan di bidang masalah lingkungan dalam kurun waktu 10 tahun.

Keberhasilan DuPont dalam mengurangi pemakaian emisi gas, lanjut dia, terbukti dapat meningkatkan kinerja prusahaan. Setelah Dupont mengurangi pemakaian energi sampai 7%, angka di bawah level pemakaian pada tahun 1990, perusahaan berhasil menghemat lebih dari 2 miliar dolar AS, termasuk sedikitnya 10 miliar dolar AS per tahun melalui pemanfaatan sumber-sumber yang dapat diperbaharui. (bn-59)

Pendapatan BBJ Lampaui Target

JAKARTA- Pendapatan PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) pada 2005 berhasil melampaui target yakni Rp 4,5 miliar dari target semula Rp 2 miliar.

Demikian dikemukakan Direktur Utama BBJ Hasan Zein Mahmud dalam keterangan persnya di BBJ Chartroom Gedung Anex Jalan MH Thamrin Jakarta, kemarin.

Menurut dia, pendapatan tahun ini terlampaui karena transaksi tahun ini tumbuh di atas 100 persen dari tahun sebelumnya. ''Sampai November 2005, kumulatif transaksi yang terjadi mencapai 1.795.247 lot dan ada 61 kontrak, '' papar Hasan.

Menurut dia dibandingkan jumlah transaksi pada 2004 yang mencapai 999.028 lot, pada 2003 hanya 388.019 lot, dan pada awal transaksi BBJ 2001 yang hanya terjadi 4 kontrak dengan transaksi 33.371 lot. Maka sepanjang tahun 2005 telah terjadi lonjakan yang cukup signifikan. (bn-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA