| Selasa, 03 Januari 2006 | BANYUMAS |
Camat Diminta Data Kebutuhan Beras OPPURWOKERTO - Para camat di Kabupaten Banyumas diminta mendata penduduk dan jumlah kebutuhan beras untuk persiapan operasi pasar (OP). Kegiatan itu perlu dipersiapkan karena harga beras medium seperti IR 64 yang paling banyak dikonsumsi warga kini mencapai lebih dari Rp 4.000/kg. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Banyumas Didi Rudwianto, kemarin mengatakan, selain mendata kebutuhan, para camat juga diminta menyebutkan waktu dan lokasi untuk OP beras sehingga tepat sasaran. Mengenai harga, dia mengatakan, rencananya beras tersebut akan dijual Rp 3.600/kg. Harga tersebut untuk menyeimbangkan harga pasar yang kini telah mencapai Rp 4.000/kg. ''Surat itu telah dikirim kepada para camat, kemarin. Harga beras di pasar memang sudah tinggi sehingga perlu persiapan apabila dibutuhkan OP. Data yang dikirim para camat itu akan dikoordinasikan dengan Bulog Subdivre IV Banyumas,'' katanya. OP dilaksanakan pada saat petani belum panen dan tidak bersifat permanen. Lokasinya diminta tidak di pasar, tetapi di tempat yang mudah dijangkau penduduk. Dia juga mengatakan, Pemkab meminta camat melakukan persiapan karena Bulog sendiri sudah menyatakan siap menggelar OP bila diperlukan, bahkan Subdivre Banyumas telah menyiapkan 4.000 ton. ''Meski telah siap, saya meminta beras yang disiapkan kualitasnya juga baik. Jangan beras yang telah terlalu lama disimpan di gudang,'' imbuhnya. Sementara itu Kepala Subdivre IV Banyumas Imam Syafei mengatakan, pada prinsipnya kalau sudah ada permintaan OP dari Pemkab, Subdivre Banyumas siap melaksanakan. Permintaan itu dikoordinasikan dengan ketentuan yang berlaku dari Menteri Perdagangan. Dia mengakui, berdasarkan hasil pemantauan di pasar, harga beras yang biasa dikonsumsi masyarakat seperti IR 64 telah mencapai Rp 4.000/kg. Adapun beras berkualitas lebih baik lagi seperti Pandanwangi mencapai Rp 4.400/kg. ''Sampai saat ini belum ada perintah dari Menteri Perdagangan untuk melakukan OP. Dari Pemkab pun belum ada permintaan resmi,'' jelasnya. Kepala Seksi Analisa Harga dan Pasar Bulog Subdivre IV Imam Pramono yang melakukan pemantauan harga setiap hari di sejumlah pasar di Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Cilacap menambahkan, untuk menggelar OP, pihaknya telah melakukan survei kepada para pedagang beras. Beras IR 64 yang kini harganya mencapai Rp 4.000/kg itu merupakan beras segar. Beras dari Bulog yang rencananya akan dipakai untuk OP bila ditawarkan kepada pedagang hanya dihargai Rp 3.300/kg. ''Pedagang kalau diminta ikut melakukan OP dengan menjual beras Bulog hanya bersedia membeli dengan harga Rp 3.300/kg. Alasan mereka, beras tersebut bukan beras segar yang baru keluar dari penggilingan,'' kata dia. Dia mengakui beras yang akan digunakan untuk OP itu adalah beras yang telah disimpan di gudang Bulog selama empat bulan. Kualitas berasnya jelas kalah dengan beras yang baru keluar dari penggilingan. Disiapkan 100 Ton Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Rofik Widadi mengatakan, Pemkab telah menyiapkan sekitar 100 ton beras untuk persiapan operasi pasar (OP). Berasnya jenis IR 64 (medium). Jika masih kurang jumlahnya bisa ditambah. ''Ini kita lakukan sebagai langkah antisipasi agar harga beras bisa kembali stabil,'' kata Rofik, kemarin. Beras untuk OP sekitar 100 ton itu, kata dia, kini dititipkan di gudang Bulog Subdivre IV Banyumas yang sewaktu-waktu bisa diambil. Beras tersebut bantuan dari Pemerintah Pusat untuk program ketahanan pangan yang saat ini belum difungsikan. Beras tersebut dititipkan lewat Bulog karena badan tersebut yang ditugasi pemerintah untuk menyalurkan. ''Sewaktu-waktu kalau masyarakat membutuhkan, pihak satgas Bulog Subdivre IV langsung akan mengirim ke lokasi OP. Namun permintaan untuk melakukan OP harus ada usulan dari camat dan pihak desa,'' katanya. Rofik juga mengatakan, beras yang disiapkan untuk OP itu juga diupayakan beras baru, hasil panen beberapa waktu lalu. Pihaknya tidak akan menyalurkan beras jenis lama. Sebab, dia juga mengaku mendengar kabar bahwa beras untuk OP yang akan dikeluarkan oleh Bulog adalah beras lama, untuk cuci gudang. ''Beras yang akan dipakai OP kami minta harus jenis baru. Jangan beras yang lama. Itu dilakukan agar tidak menimbulkan masalah kelak, misalnya berasnya bau dan berwarna kekuning-kuningan,'' ujar tegasnya. Harga untuk OP dari Bulog Rp 3.600/kg, sedangkan syarat untuk menggelar OP, kalau harga beras kualitas medium di pasaran sudah di atas harga ketentuan pemerintah, yakni Rp 3.350. (G23,G22-55n) |