| Selasa, 03 Januari 2006 | BANYUMAS |
Pedagang Ikan Asin Mengeluh SepiCILACAP - Penggunaan formalin sebagai bahan pengawet makanan yang akhir-akhir ini cukup santer diberitakan media massa, berdampak cukup luas. Masyarakat kini lebih berhati-hati dalam membeli makanan olahan, terutama mi, bakso, tahu, dan ikan asin. Sikap kehati-hatian masyarakat itu dapat dilihat dari merosotnya omzet penjualan produk makanan olahan milik sejumlah pedagang. Seperti yang dialami para pedagang di Pasar Gede Cilacap. Pedagang tahu di Blok B Pasar Gede, Karto, mengatakan, semenjak ada pemberitaan tentang penggunaan formalin sebagai bahan pengawet sejumlah makanan ternyata omzet penjualan tahu produksinya langsung menurun. Semakin hari penurunannya semakin dratis. Pedagang asal Karangsari, Purwokerto itu mengaku semua tahu yang dia produksi tidak menggunakan formalin. Meski demikian, dia tetap terkena imbas isu penggunaan formalin tersebut. Terbukti, jumlah pembeli tahu buatannya menurun dratis. ''Sebelum ada isu formalin, setiap hari saya bisa menghabiskan kedelai untuk bahan membuat tahu kurang lebih 40 kg, dan tahu tersebut pasti habis. Namun sekarang saya cuma menghabiskan kedelai 25 kg per hari. Itu pun ketika tahu itu saya bawa ke pasar tidak pernah habis. Yang membeli tahu sepi,'' katanya. Hal senada juga dikemukakan Ny Iin, pedagang tahu asal Gumilir, Cilacap. Pedagang yang berjualan di Blok B Pasar Gede itu menuturkan, sekarang penjualan tahu mengalami kelesuan. Sebab, dari sekian banyak orang yang belanja di pasar, ternyata yang membeli tahu hanya beberapa orang. Itu pun sebelum membeli mereka menanyakan secara detail proses pembuatan tahu tersebut. Pada akhirnya, pembeli tadi meminta ketegasan atau jaminan bahwa tahu yang dijual benar-benar bebas formalin. ''Setiap ada orang mau membeli tahu, pasti orang itu menanyakan dulu apakah tahu ini memakai formalin atau tidak. Setelah kami meyakinkan orang itu bahwa tahu yang kami jual adalah buatan sendiri dan tidak menggunakan formalin, baru orang tadi mau membelinya. Kalau begini terus, wah repot kami. Sebab, setiap ada yang mau membeli kita mesti menjelaskan dulu panjang lebar,'' katanya. Ternyata kenyataan tersebut tidak hanya dialami pedagang tahu. Pedagang ikan asin di Cilacap juga ikut merasakan dampak pemberitaan tentang penggnaan formalin. Pedagang ikan asin, Ny Toyo, menyatakan ikan asin yang dia jual buatan nelayan Cilacap. Ikan asin tersebut tidak menggunakan formalin. Buktinya, ikan asin yang dijual tidak tahan lama. Biasanya ikan asin yang diberi formalin tetap awet, bahkan bertahan hingga berbulan-bulan. Namun daging ikan asin tersebut menjadi keras dan tidak gurih bila dimakan. (ag-55n) |