logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 02 Januari 2006 RAGAM
Line

Helicobacter Pylori Ancaman bagi Lambung dan Jantung

HELICOBACTER pylori (Hp) merupakan dasar terjadinya berbagai penyakit saluran cerna bagian atas. Termasuk Gastritis (sakit maag) dan tukak atau luka lambung maupun usus duabelas jari. Berbagai penelitian telah dilakukan termasuk cara deteksi dan eradikasi (pemberantasan) Hp yang paling efektif.

Helicobacter pylori, bakteri berbentuk spiral berekor, diselubungi lapisan mirip rambut atau flagella. Ia merupakan bakteri gram negatif yang berkolonisasi di epitel (lapisan sel di saluran cerna) permukaan dinding lambung. Panjang bakteri ini 2-3 mikron dengan lebar 0,5 mikron.

Sebagaimana yang dialami Ny.Ita. Ia sudah lama mengeluh sakit maag, ulu hatinya sering terasa nyeri terutama pada malam hari. Rasa sakitnya disertai mual dan kembung. Kadang-kadang terasa sampai bagian belakang tubuh. Rasa sakit akan berkurang apabila perutnya terisi makanan, tetapi kemudian timbul kembali. Sementara didiagnosis sakit maag, Ny.Ita minum obat-obatan dan gejala penyakit menghilang selama 1-2 minggu. Sebulan kemudian sakitnya kambuh lagi, dan ini terjadi berulang kali.

Setelah berkonsultasi dengan dokter spesialis Penyakit Dalam, Ny.Ita dianjurkan menjalani pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan Endoscopy (pemeriksaan teropong saluran cerna). Ternyata dokter menemukan ulcus (tukak/luka) pada usus duabelas jarinya. Pemeriksaan laboratorium serta pemeriksaan biopsy (pengambilan contoh jaringan) menunjukkan positif ia terkena Helicobacter pylori.

Penularan

Terdapat berbagai macam kemungkinan terjadinya kerusakan pada mukosa saluran cerna akibat infeksi Hp. Bakteri akan menimbulkan penyakit jika lingkungan mendorongnya, misalnya faktor lingkungan yang jelek. Penularannya bisa melalui air ludah atau tinja (kotoran) yang masuk melalui mulut, seperti makanan yang tercemar kotoran. Jika dalam satu keluarga ada yang terjangkit, ada kemungkinan anggota keluarga lainnya ikut tertular.

Hp menghasilkan enzim urease dalam jumlah besar yang akan mengubah urea menjadi ammonia. Keadaan ini akan melindungi bakteri terhadap lingkungan yang asam, tetapi akan menimbulkan kerusakan sel mukosa saluran cerna. Disamping itu pH (tingkat keasaman) permukaan lambung akan meningkat, karena ammonia akan menyebabkan sel D (sel penghasil somatostatin=nama hormon) atrofi serta terjadi deplesi somatostatin. Keadaan ini akan menimbulkan peningkatan produksi asam lambung.

Mekanisme terjadinya tukak/luka usus duabelas jari disebabkan oleh terjadinya metaplasia (perubahan sel) pada mukosa usus duabelas jari. Akibat seringnya kontak dengan asam lambung. Pada keadaan ini Hp akan bermigrasi ke usus duabelas jari dan menimbulkan kerusakan berupa tukak/luka usus.

Tes Diagnostik

Infeksi Helicobacter pylori bisa didiagnosis melalui tes serologi, dengan mengidentifikasi bakteri dari hasil biopsi (mengambil contoh jaringan) sewaktu pemeriksaan endoskopi. Atau dengan urea breath test (tes hasil produksi bakteri dalam lambung berupa enzim). Setiap tes diagnostik mempunyai nilai yang berbeda ditinjau dari manfaat yang bisa diperoleh.

- Tes serologi tidak dapat dipakai untuk menilai pengobatan, tetapi dapat dipakai untuk studi epidemiologi.

- Urea breath test baik untuk deteksi infeksi Helicobacter pylori maupun untuk menilai hasil pengobatan.

- Tes histopatologi dan biakan melalui pemeriksaan endoskopi dipengaruhi oleh tempat/lokasi biopsi mukosa dan densitas koloni Hp tersebut di mukosa lambung. Pemeriksaan biakan memungkinkan kita untuk menilai adanya resistensi bakteri terhadap antibiotik.

Pengobatan

Tujuan pengobatan penyakit saluran cerna yang berhubungan dengan infeksi Helicobacter pylori untuk menghilangkan gejala, menyembuhkan penyakit dengan cara pemberian obat penghambat sekresi asam dan eradikasi Hp dengan pemberian antibiotik. Peran obat Penghambat Pompa Proton (PPP) atau Proton Pump Inhibitor (PPI), tidak hanya dalam penyembuhan ulkus tetapi juga berpengaruh pada tingkat aktivitas antibiotik yang akan dipakai dalam regimen eradikasi.

Rata-rata pH (tingkat keasaman) di lambung adalah 1,4 dan dengan pemberian PPI dapat meningkatkan pH sekitar 3,0-4,0 selama 16 jam sehari, dan meningkatnya pH lambung ini dapat menimbulkan autolisis dari bakteri.

Daftar obat-obatan yang dipakai untuk eradikasi Hp berkembang dalam beberapa dekade terakhir. Didapatkan data eradikasi Hp pada pasien ulkus duodeni (tukak usus dua- belas jari) selain memperbaiki/meningkatkan hasil klinis juga menghemat biaya.

Target eradikasi adalah tidak adanya mikroorganisme Hp pada 4 minggu setelah pengobatan lengkap selesai.

Rekomendasi Mutakhir

- Terapi Tradisional yang mengandung Bismuth: regimen ini terdiri dari Bismuth-subsalisilat, Metronidazole dan Tetrasiklin selama 14 hari, dengan tingkat eradikasi 85%. Pada tukak peptik ditambahkan obat antisekresi asam lambung untuk mempercepat hilangnya keluhan dan penyembuhan tukak.

- Dual therapy: terdiri dari Klaritromisin ditambah dengan PPI (Omeprazole) atau Ranitidine selama 14 hari, dengan tingkat eradikasi 65-80%.

- Obat Penghambat Pompa Proton (PPP) dikombinasi dengan terapi Triple : kombinasi antara 2 macam antibiotik dengan PPP merupakan regimen yang paling efektif (sekitar 90%). Yang dipakai adalah kombinasi Klaritromisin dengan Amoksisilin atau Metronidazole ditambah obat penghambat pompa proton (Omeprazole, Lansoprazole atau Pantoprazole) selama 7-14 hari.(Dr.Djoko Merdikoputro Sp.PD/Klinik Hoo Semarang-12)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA