| Senin, 02 Januari 2006 | OLAHRAGA |
Kudus Juara Umum Kejurda Tenis MejaSEMARANG- Seperti yang sudah diperkirakan kalangan tenis meja Jateng, bahwa kiblat pembinaan tenis meja di Jateng belum bergeser dari Kudus. Hal itu terbukti hingga berakhirnya Kejurda Tenis Meja XXV Jateng tahun 2005 di GOR Simpanglima Purwodadi, Grobogan, Sabtu (31/12) lalu, kota kretek tetap menjadi yang terbaik dan kembali memboyong piala bergilir Gubernur Jateng sebagai juara umum. Bahkan pada kejurda 2005 kemarin prestasi Kudus lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Jika pada tahun 2004, juara umum dengan meraih enam emas, kini mereka berhasil meraih sembilan emas. Turnamen ditutup langsung oleh Bupati Grobogan Agus Supriyanto yang didampingi Ketua Harian KONI Grobogan Sumarsono dan Ketua Harian Pengda PTMSI Jateng M Farchan. Farchan mengatakan, dengan peserta yang cukup banyak menandakan pembinaan tenis meja telah merata diseluruh Jateng. ''Hasil dari kejurda ini sebagai inventarisasi kami untuk melapisi atlet-atlet Pelatda jangka panjang (PJP) tenis meja Jateng untuk PON 2008,'' kata Farchan. Pada hari terakhir kejurda (31/12), Kudus berhasil menambah lima gelar lagi dari delapan gelar yang diperebutkan pada nomor perseorangan. Sektor putri, dominasi Kudus tampaknya belum tertembus oleh daerah lain. Empat nomor putri yang dipertandingkan yaitu perseorangan kadet, pemula, remaja, dan yunior semuanya disabet Kudus. Di sektor putra, dari empat gelar yang diperebutkan, empat daerah berbagi gelar juara. Kelompok junior putra, Blora meraih gelar melalui Daniel yang difinal mengalahkan Doni (Kudus) 3-1 (11-8, 3-11, 11-3, dan 11-9). Sedang kadet putra, Surakarta berhasil berhasil menjadi juara melalui Bagus setelah mengalahkan rekan sesama tim Andri dengan 3-1 (11-5,12-10,10-12,dan11-8). Kelompok pemula putra, Banyumas berhasil menjadi juara setalah atletnya, Ari, berhasil mengalahkan Wahyu (Magelang) 3-0 (11-8,11-19, dan 11-3). Semantara nomor bergengsi remaja putra, Doni (Kudus) berhasil mengalahkan Purwo (Surakarta) 3-1 (9-11, 11-6,11-3, dan 11-6). ''Sebelum mengikuti kejurda kami melakukan seleksi pemain dari berbagai klub di Kudus. Dari seleksi tersebut klub Sukun Kudus mendominasi sehingga materi tim kami dari klub tersebut," kata Abdul Mukid, pelatih Kudus. Kejutan Partai paling menarik terjadi di kelompok junior putra. Pada partai ini terjadi kejutan, di mana unggulan pertamaDoni (Kudus) harus takluk oleh Daniel (Blora). Daniel yang berlatih di klub Maspion Surabaya, selalu kalah setiap betemu Doni. Namun pada pertandingan tersebut Daniel tampil luar biasa. Set pertama Daniel unggul dengan 11-8 namun set kedua giliran Doni menguasai permainan dengan menyudahi game dengan 11-3 sehingga kedudukan 1-1. Set ketiga, Daniel kembali memimpin setelah menyudahi permainan dengan 11-3. Dalam posisi unggul 2-1, Daniel melanjutkan set keempat dengan penuh percaya diri. Alhasil di set keempat dengan permainan yang ketat, Daniel unggul dengan 11-9. ''Daniel tampil tanpa beban sehingga pukulan-pukulan spin-nya terarah. Target dua emas pun akhirnya tercapai,'' kata Mahasin ofisial Blora. (knd-28) |