| Senin, 02 Januari 2006 | OLAHRAGA |
Perlu Regulasi untuk Agen Pemain AsingJAKARTA-PSSI harus membuat regulasi yang lebih jelas dan mengikat mengenai keberadaan agen-agen pemain asing. Tidak adanya peraturan jelas itu telah menimbulkan banyak permasalahan menyangkut keberadaan mereka. Karena itu harus segera dibuat regulasi yang memiliki nilai-nilai menguntungkan bagi semua pihak, baik pemain, agen, klub dan tentunya PSSI sendiri. "Sekarang ini tidak ada regulasi yang benar-benar transparan dan mengikat," jelas Ketua Bidang Pembinaan PSSI Subardi ketika dihubungi Minggu kemarin (1/1) di Yogyakarta. Regulasi yang paling mendesak untuk dibuat adalah mengenai berapa sebenarnya jumlah agen yang paling ideal untuk PSSI. Untuk itu, PSSI tentunya harus lebih dulu membuat kriteria dalam menentukan seseorang atau kelompok sebagai agen pemain asing yang layak untuk memperoleh akreditasi. "Mungkin kita atau publik juga perlu tahu bagaimana sebenarnya parameter atau ukuran kualitas tiap agen," katanya. Menurut dia, regulasi itu harus dibuat melalui mekanisme rapat pengurus harian, tidak sekedarnya saja, yakni oleh pengurus yang sedang berkuasa. Wajar kalau keberadaan agen pemain asing baru kemudian menimbulkan kontroversi, termasuk penolakan dari lima agen pemain asing lama. "Kalau regulasinya jelas seharusnya kan tidak perlu ada penolakan segala, sebab masing-masing bisa menjalankan peranannya secara fair," kata anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mewakili Yogyakarta itu. Menolak Empat agen pemain asing baru yang oleh Sekjen PSSI Nugraha Besoes disebut-sebut sudah memenuhi persyaratan administrasi itu adalah Bangun Sportindo International or Local Player and Coach Agency yang dimiliki Banmou Alex, Champions Stars Sport Management milik dr Ratna Mustika, D & D Sport Profesional Soccer Management, dan Morris Sport Management & Consultant milik John Morris dari Australia. Keberadaan empat agen baru ini mengundang reaksi dari lima agen terdahulu yang sudah diakreditasi oleh PSSI, yakni Ligina Sportindo, Indo Bola Mandiri, Mutiara Hitam, Sanchez Goal Management, dan Jima Sport Management. Kabar terakhir menyebutkan lima agen pemain asing lama menolak kehadiran empat agen pemain asing baru tersebut. Hal ini membuat pengurus PSSI berencana untuk mempertemukan mereka pada Selasa (3/1) besok. Pertemuan para agen pemain asing ini memang mutlak dilakukan karena Badan Liga Indonesia (BLI) sendiri sebagai pelaksana kompetisi kabarnya sudah membuat standardisasi atau ketentuan bahwa di musim kompetisi Liga Indonesia 2006 ini (Divisi Utama dan Divisi I) pihaknya hanya akan mengesahkan pemain yang dipasok dari lima agen yang sudah lebih dulu diakreditasi oleh PSSI. Ketentuan tersebut otomatis menyebabkan pemain-pemain asing yang dipasok oleh empat agen baru tidak akan diberikan pengesahan, yang memang menjadi kewenangan BLI. Ratna Mustika, pemilik Champion Stars Sport Management mengatakan bahwa sampai saat ini dia masih belum yakin adanya ketentuan atau standardisasi ini. Dia menegaskan hal itu sehubungan dengan akan dilaksanakannya penandatanganan kontrak lima pemain asingnya oleh beberapa klub Divisi Utama 2006, seperti Arema dan Persibom Bolaang Mongondow pada awal pekan ini. "Saya berharap pada pertemuan nanti semuanya menjadi jelas," katanya. Dari catatan wartawan, agen pemain asing baru lainnya juga sudah ada yang memasok pemain ke klub Divisi Utama 2006. Konstantin Losarik, pemain Rusia pertama yang bermain di Liga Indonesia merupakan pemain bawaan John Morris dari Australia. Hari Senin (2/1) ini Konstantin Losarik kabarnya akan resmi menjadi milik Pelita Jaya menyusul penandatanganan kontraknya oleh Manajer Pelita Jaya Rahim Soekasah. Losarik akan langsung dibawa ke Bandung untuk disertakan dalam babak play-off menghadapi PSPS Pekanbaru, Deltras Sidoarjo, dan Petrokimia Gresik United, untuk mencari satu tim ke Divisi Utama sebagai pengganti Persebaya.(wgm-22) |