logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 02 Januari 2006 WACANA
Line

tajuk rencana

Menciptakan Situasi Kondusif Tahun 2006

- Sebuah spanduk terbentang di salah satu sudut kota Banda Aceh. Bunyinya: Tidak ada rekonstruksi tanpa perdamaian dan tidak ada perdamaian tanpa rekonstruksi. Di Tanah Rencong itu, perdamaian kini dicapai sehingga memungkinkan percepatan rekonstruksi dan rehabilitasi Aceh pascatsunami. Juga diingatkan, kalau rekonstruksi terlalu lambat atau bahkan tidak berhasil, maka jangan tangisi kalau Aceh lepas dari negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berarti tidak akan ada lagi kedamaian di sana. Rupanya apa yang disiratkan pada ungkapan itu bisa dimaknai lebih luas lagi oleh bangsa ini menyambut Tahun Baru 2006. Bagaimanapun situasi yang serba aman, kondusif, dan penuh perdamaian sangat dibutuhkan.

- Situasi seperti itu merupakan prasyarat mutlak, agar pembangunan dan gerak perekonomian bisa berjalan. Kalau tetap saja tidak aman, banyak teror bom, kriminalitas meningkat dan pertikaian antarelite tak kunjung usai, maka ancamannya pun sangat berat. Iklim investasi belum akan pulih, bahkan dunia usaha bisa makin tertekan. Angka pengangguran meningkat, karena terjadi gelombang PHK di mana-mana. Jadi, apa yang akan terjadi selama tahun ini juga akan sangat bergantung pada kemampuan kita menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif. Aparat keamanan memegang peranan penting dan bersyukurlah karena menurut evaluasi Kapolri Jenderal Polisi Sutanto, kondisi kamtibmas tahun ini tak akan jauh berbeda dari tahun 2005.

- Relatif kondusif kendati cukup berat. Gembong teroris Noordin M Top belum tertangkap dan juga kemungkinan masih banyak kader teroris baru yang siap melakukan aksinya. Di pengujung tahun 2005, tanggal 31 Desember, ledakan bom yang menewaskan tujuh orang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah, setelah sebelumnya kita sudah merasa lega peringatan Natal di Tanah Air berjalan lancar. Itulah tugas aparat keamanan khususnya jajaran kepolisian. Selain masalah kamtibmas, Polri juga dituntut untuk terus melakukan penanganan kasus-kasus korupsi. Bahkan, sekarang sedang menangani kasus-kasus KKN yang menimpa beberapa petinggi kepolisian. Sebuah tugas yang tidak ringan di tengah berbagai konflik kepentingan di internal mereka sendiri.

- Situasi kondusif juga akan tercermin dari situasi politik, bukan melulu soal keamanan. Bagaimana peta perpolitikan nasional tahun ini masih akan sangat bergantung pada kinerja elite terutama di pemerintahan. Terutama lagi di pucuk pimpinan, yakni Presiden dan Wakil Presiden. Pada tahun lalu sempat terjadi ''perpecahan'' antara Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla, meskipun tak sampai terjadi kebuntuan, karena setelah itu keduanya bisa berbaik kembali dalam arti mengambil posisi masing-masing secara tepat. Diharapkan tak perlu ada rivalitas dan juga kerenggangan, karena sama-sama menghadapi persoalan-persoalan besar dan berat yang justru membutuhkan kekompakan, kesolidan, dan kebersamaan di antara Presiden, Wakil Presiden, dan menteri-menterinya.

- Para pemimpin di negeri ini juga diimbau untuk lebih bersikap terbuka dan tidak tipis telinga menghadapi berbagai kritik tajam dari segenap elemen masyarakat. Memang, terkadang kritik itu disertai bahasa dan cara penyampaian yang menyakitkan, namun tetaplah dituntut kelapangan dada dan kebesaran jiwa, karena sesungguhnya semua itu ditujukan untuk perbaikan. Tidak ada sedikit pun niat untuk tidak menghargai pemerintah sendiri, apalagi sekarang sudah jelas-jelas dihasilkan dari sebuah proses yang paling demokratis, yakni pemilihan langsung. Sebaliknya, para pemimpin di negeri ini, termasuk jajaran menteri di kabinet, perlu terus belajar untuk lebih peka mendengar, melihat, dan menyimak perkembangan. Lebih sensitif terhadap segala penderitaan dan problem rakyatnya.

- Konflik politik di internal parpol kemungkinan masih akan banyak mewarnai perjalanan tahun 2006, meskipun sebagian sudah menampakkan solusinya. Seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mulai ada tanda-tanda akan islah. Demikian juga Partai Bintang Reformasi (PBR) yang sudah sepakat berdamai. Namun yang lebih penting dinamika politik seperti itu tak sampai mengganggu politik dan keamanan secara nasional. Yang lebih diharapkan lagi untuk memberikan kepastian bagi dunia usaha dan kita semua pada tahun 2006 adalah upaya penegakan hukum. Penanganan kasus-kasus KKN akan makin intensif dan itu memberikan dampak positif. Sudah lama masalah ini menjadi kendala, apalagi bila dikaitkan dengan pencitraan bangsa.


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA