| Senin, 02 Januari 2006 | NASIONAL |
SOSOKPilih Istirahat
TEPAT tanggal 1 Januari 2006 kemarin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Drs Suwilan Wisnu Yuwono MM mengakhiri pengabdiannya sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Meski mengaku belum menerima SK pensiun, pria yang pernah menjabat sebagai kepala SMA Negeri 1 Jepara ini merasa lebih gembira pensiun tepat waktu. ''Soal perpanjangan masa jabatan merupakan kewenangan Gubernur. Namun, saya berharap bisa istirahat sebagai PNS tepat waktu agar dapat menikmati hari tua,'' kata dia di kantornya Jl Pemuda, belum lama ini. Suwilan menduduki kursi Kepala Dinas P dan K Pemprov Jateng sejak 9 Juli 2004 menggantikan Drs Soebagyo Brotosedjati MPd. Sebelumnya, dia pernah menjabat Kepala Kantor Departemen P dan K Kabupaten Sukoharjo, Kepala Bagian Keuangan Kanwil Depdikbud Jateng. Di masa otonomi daerah yang mengubah Kantor Kanwil Depdikbud menjadi Dinas P dan K Jateng, pria asli Kudus ini menjabat Kasubdin Pembinaan TK/SD Dinas P dan K Jateng. ''Kalau batas usia telah mencapai pensiun, saya lebih suka memilih istirahat. Sekalian memberi kesempatan yang muda-muda untuk berkiprah,'' ungkap mantan Kabiro Kesra Pemprov Jateng itu. Selama kurang lebih 18 bulan menjadi orang nomor satu bidang pendidikan, nama provinsi ini mulai diperbincangkan baik di kancah nasional maupun global. Berbagai prestasi akademik mampu dipersembahkan anak-anak Jateng. Di antaranya, juara umum olimpiade sains (OSN) tingkat nasional pada 2004, duta Jateng berjaya di olimpiade internasional yang berlabel International Junior Science Olympiad (IJSO) dan juara umum Porseni SMP/MTs tingkat nasional di Surabaya pada 17-21 September lalu. Dalam kebijakan mengenai pendidikan pun, Suwilan cukup tangkas. Penyaluran dana bantuan operasional sekolah (BOS) di Jateng merupakan provinsi yang tercepat dibanding provinsi lain. Padahal jumlah sekolah penerima BOS di Jateng merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia, yakni lebih dari 28.000 SD dan SMP. Tak ada gading yang tak retak, dalam OSN 2005 anak-anak Jateng tak mampu mempertahankan juara umum.(Widodo Prasetyo-29v) | ||||