| Senin, 02 Januari 2006 | NASIONAL |
Musik Universal Ireng Maulana
PENAMPILAN all out Ireng Maulana & The Stars dan Bud 'n Friends pada malam pergantian tahun di Palace Fine Cuisine&Ballroom, Lantai 3 Thamrin Square, Sabtu (31/12) lalu, seakan mengobati rindu penggemarnya akan suguhan musik berkualitas. Musisi senior Indonesia itu bersama rekan-rekannya membawakan berbagai jenis lagu dalam balutan jazz yang memikat. Ungkapan musik adalah bahasa universal mungkin benar adanya. Pasalnya, sekitar lima ratusan pengunjung dari segala golongan usia terlihat sangat menikmati acara tersebut. Sajian musik berkelas memang tak harus membuat dahi penontonnya berkerut. Cukup duduk rileks dan mendengarkan dengan baik, tanpa sadar anggota badan akan bergoyang mengikuti irama lagu yang disajikan. Alunan saksofon Didik SSS yang membawakan ''Andaikan Kau Datang'' dan ''Semua Karena Cinta'' mengundang decak kagum penonton. Tepuk tangan kerap terdengar ketika Didik memainkan nada-nada sulit dengan kekuatan napas dan kelincahan jemarinya saat mencari dana. Acara yang juga dihadiri Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Sunarso dan Pemimpin Umum Harian Suara Merdeka Ir Budi Santoso itu juga dimeriahkan penampilan para penari yang membawakan tarian cabaret yang pernah sukses di pentas Broadway, seperti Grease, Moulin Rouge, dan Chicago. Pada acara yang bertajuk "Broadway Night with Ireng Maulana & The Stars, Bud'n Friends, dan Cabaret Show" itu, Ireng mampu membuktikan bahwa lagu Indonesia tidak kalah dengan lagu-lagu barat. Lagu-lagu Indonesia tetap bisa dimainkan dalam sajian musik yang berkelas. Kematangan olah vokal ditunjukkan para penyanyi, yakni Laurenz Manaba, Dolly, Andrea, Bambang, Sherly, dan Amir. Tak sedikit penonton yang ikut bernyanyi bersama mereka. Kekompakan juga ditunjukkan Rudi Subekti (drum), Harry Toledo (bas), Sam Panuwun (kibor). Sambutan Penonton Penonton pun akhirnya ''tergoda'' untuk melantai ketika Ireng dan rekan-rekan membawakan tembang-tembang berirama latin seperti ''Besame Mucho'' dan ''Corazon Espinado''. Tembang-tembang lain yang dibawakan yakni ''Sway'', ''Smooth'', dan ''New York Rio Tokyo''. Penampilan Bud'n Friends yang digawangi Anang (bas), Awieg (gitar), Hari Joko (drum), Ferri (perkusi), Herry (saksofon), Anwar (kibor), serta Kunto, Barata, Ria, Andri, dan Ida (vokal) juga tak kalah menariknya. Grup yang sudah sering mengiringi para penyanyi terkenal seperti Kris Dayanti, Titi DJ, Ruth Sahanaya, Reza Artamevia, dan Glenn Fredly itu menampilkan duet manis bersama Didik SSS. Lagu ''Love is in the Air'' dan lain-lain yang mereka bawakan tetap membuat penonton betah berdansa meskipun pergantian tahun sudah lewat. Seusai pertunjukan, Ireng mengatakan sangat puas dengan sambutan penonton Semarang dan berharap acara-acara sejenis terus digelar. Ia optimistis musik jazz akan mendapatkan tempat di hati masyarakat kota ATLAS jika dikemas dengan baik. Antusiasme penonton, kata Didik, membuktikan bahwa penikmat musik Semarang rindu akan hiburan yang berkelas. ''Penikmat musik Semarang sangat jujur. Jika musiknya bagus ya dikatakan baik.'' Ireng maupun Didik berharap para musisi pemula Semarang dapat lebih kreatif dan meningkatkan keterampilan bermusiknya sehingga dapat menyajikan musik yang berkualitas. (Ida N, Budi Winarto-43) | ||||