logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 02 Januari 2006 SEMARANG
Line

PDAM Akan Naikkan Tarif hingga 85%

  • Wali Kota Belum Setuju

SALATIGA- PDAM Kota Salatiga berencana menaikkan tarif penggunaan air pelanggan dari Rp 450/meter kubik menjadi Rp 800/meter kubik atau sekitar 85% pada tahun 2006. Kenaikan tersebut sebagai upaya untuk menutup biaya operasional yang telah mengalami peningkatan, terkait dengan kenaikan harga BBM tahun lalu.

"Rencana kenaikan tersebut telah melalui proses pengkajian yang melibatkan kalangan lembaga swadaya masyarakat (LSM), pelanggan, dan beberapa pakar ekonomi," ujar Direktur PDAM H Darminto SE MM, kemarin.

Menurutnya, jika tarif air tidak dinaikkan PDAM akan mengalami kesulitan dalam melayani pelanggan. Padahal, tuntutan pelanggan bermacam-macam, seperti kelancaran distribusi, dan kualitas air.

Dia menjelaskan, kenaikan BBM beberapa waktu lalu telah mengakibatkan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) 2006 bakal turun hingga 50%. Diketahui pada tahun 2005, PDAM mampu menyetor PAD sebesar Rp 550 juta. Diprediksi, pada 2006 ini hanya mampu akan menyetor Rp 250 juta. "Untuk menargetkan PAD sebesar Rp 550 juta/tahun yang sama pada tahun 2005, setidaknya tarif dinaikkan sekitar 85%," terangnya.

Di Kota Salatiga, tarif tersebut merupakan paling rendah se-Indonesia, sebab rata-rata tarif di daerah lain sudah di atas Rp 800/meter kubik, untuk kategori rumah tangga. Darminto mencontohkan Kabupaten Sukabumi, Jabar, telah mencapai Rp 800/meter kubik. Itu pun dengan beban PAD hanya Rp 100 juta/tahun.

Hal itu sangat berbeda jauh dengan tarif PDAM di Salatiga yang hanya Rp 450/meter kubik, padahal target PAD Rp 550 juta/tahun. "Kami siap diaudit untuk melaksanakan rencana tersebut. Saat ini beban PAD sangat berat dan biaya operasional yang dikeluarkan cukup tinggi."

Sementara itu, Wali Kota Salatiga H Totok Mintarto belum akan menyetujui kenaikan tarif air yang diusulkan PDAM. Hal itu dilakukan karena melihat kondisi masyarakat, yang masih menghadapi beban ekonomi yang sangat tinggi. "Untuk saat ini saya belum akan menyetujui, mengingat kondisi ekonomi yang dihadapi masyarakat sekarang ini," ujarnya. (H2-37)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA