logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 02 Januari 2006 SEMARANG
Line

Memboyong Gemerlap Las Vegas

NAMA Las Vegas, sebuah kota di negara bagian Nevada, Amerika Serikat, memang sudah tidak terlalu asing. Las Vegas dikenal sebagai sebuah kota yang gemerlap. Lampu-lampu gedung pencakar langit, kerlap-kerlip neon sign, serta dinamika kehidupan malam di kota itu telah menjadi sebuah bagian dari keseharian warganya.

Suasana seperti itu cukup menggoda, bukan hanya bagi orang di luar AS, melainkan juga kota-kota lain di negeri Paman Sam itu.

Gemerlap itulah, Sabtu (31/12) malam lalu, berusaha ''diboyong'' ke Hotel Ciputra dalam acara bertajuk The Temptation of Las Vegas. Acara itu diselenggarakan bersama A Mild Live Production.

Memang tidak mungkin mengambil seluruh keindahan Las Vegas, yang berpenduduk 559.824 jiwa pada tahun 2004, itu ke Hotel Ciputra.

Namun, ketika tamu hotel memasuki lobby sekitar pukul 18.30, mereka sudah disambut kerlap-kerlip lampu, antara lain, di pilar-pilar hotel, panggung, dan pagar di Restoran Gallery.

Untuk memperkuat suasana, di sisi sebelah barat lobby dipasang beberapa alat permainan, seperti, roulette dan pin ball. Tidak ada selembar uang pun yang tampak di alat-alat permainan itu.

Sebagai gantinya, pengunjung yang ingin bermain mendapat kupon dari hasil penukaran tiket.

Hadiah yang ditawarkan pun beragam, mulai dari segelas Margarita, Tequila, Whisky, atau beer.

Sekitar pukul 19.00, Trio Jazz yang personelnya terdiri dari Farrach (vokal), Audy (contra), dan Wikan (pianist) mulai tampil di Lobby Lounge. Mereka membawakan beberapa lagu dalam irama jazz, antara lain, Angie, One Note Samba, dan Smelt Like Teen Spirits.

Alunan lembut dari Trio Jazz juga menemani para tamu, yang sedang menikmati berbagai hidangan galla dinner di restoran Gallery. Suasana restoran itu juga tak kalah menarik dengan lobby Lounge. Selain gemerlap lampu, ada pula hiasan berupa miniatur trompet yang dibuat dari tepung.

Five N Band

Sekitar pukul 21.45, Five N Band mulai tampil. Rachel Saraswati, sang vokalis asal Yogyakarta tersebut, malam itu membawakan sekitar 50 lagu hingga pukul 01.00. Terlihat bahwa stamina penyanyi itu cukup prima.

''Tidak ada rahasia, saya hanya lari setiap pagi untuk menjaga stamina,'' ujarnya.

Beberapa lagu yang disajikannya malam itu, antara lain "New York New York", yang pernah populer lewat suara emas Frank Sinatra. Lagu "Smoke Gets In Your Eyes", yang pernah melejit lewat suara The Platters, juga dialunkannya dengan lembut.

Menjelang tengah malam, suasana tempat itu pun menjadi agak berbeda. Saat jarum jam menunjukkan pukul 00.00, Rachel pun mengalunkan lagu "Auld Lang Syne". Disusul suara terompet bersahut-sahutan dan tetabuhan, yang dibunyikan para karyawan Hotel Ciputra.

Sementara itu, Tio's Pub mulai dibuka sekitar pukul 23.00. Para pengunjung di tempat itu dihibur oleh penampilan Kuripasai Band, dengan para vokalis Ichal, Jack, Lina, dan Grace. Personel lain, Ray (bass), Jantan (drum), Guntur (perkusi), Dicky (gitar), dan Iyonk (keyboard).

Mereka membawakan beberapa lagu dalam irama R & B, antara lain, "Wild Dance", "Teman Tapi Mesra", "Tequila", "Dealova", dan "Setengah Hati". Diky, sang gitaris, kepada Suara Merdeka, menuturkan, kelompok itu berencana memproduksi album baru pada bulan April atau Mei mendatang.

Kelompok musik yang cenderung beraliran reggea itu, kini, setidaknya telah menyelesaikan enam dari 12 yang direncanakan mengisi album kedua tersebut.

''Segmen musik reggae di Yogyakarta memang cukup banyak,'' kata dia. (G6-18h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA