logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 02 Januari 2006 SEMARANG
Line

Banjir di Pergantian Tahun

SEMARANG- Upaya jajaran Polwiltabes Semarang yang mengamankan malam pergantian tahun 2005-2006 dengan mengerahkan hampir seluruh personelnya, tidak sia-sia. Tak ada peristiwa menonjol dalam masa-masa itu.

Sebelum dijadikan sebagai ajang menyambut pergantian oleh masyarakat, Tim Jihandak (Penjinak Bahan Peledak) Polda Jateng bersama puluhan personel Reskrim se-Polwiltabes Semarang telah melakukan sterilisasi di Simpanglima dan sekitarnya. Bahkan, beberapa mal dan hotel berbintang di kawasan itu tak luput dari pengamanan.

Sterilisasi dilakukan Sabtu (31/12) sore hingga petang. Tim Jihandak dari Brimob Polda Jateng menggunakan pemindai logam untuk mendeteksi kemungkinan adanya bahan peledak di sejumlah lokasi yang dijadikan sebagai lahan parkir mobil dan sepeda motor.

Beberapa polisi juga dibekali alat pemindai logam yang khusus digunakan untuk melakukan antisipasi dengan sistem seleksi prioritas. Sasaran seleksi prioritas ditujukan kepada sejumlah warga yang membawa tas punggung dan mengenakan jaket tebal.

''Ini cuma antisipasi. Ya namanya hati-hati, kami harus melakukan pemeriksaan kepada yang dicurigai. Tujuannya agar warga yang merayakan pergantian tahun ini aman dan nyaman,'' kata seorang petugas di salah satu sudut Simpanglima.

Untuk mengantisipasi munculnya aksi-aksi kejahatan, pihak keamanan juga melakukan operasi pekat di kawasan pusat kota dan tempat-tempat umum. Di antara lokasi yang dioperasi, yakni kawasan Simpanglima, Pasar Johar, dan Stasiun Poncol.

Para pengamen dan preman yang dirazia, diidentifikasi lalu diberikan pengarahan oleh polisi agar ikut berpartisipasi menjaga keamanan dan kenyamanan.

Di jalan-jalan protokol, secara umum suasana relatif aman. Tak terlihat aksi trek-trekan atau ular-ularan yang dilakukan kawula muda. Memang, nyaris terjadi aksi ular-ularan di Jl MT Haryono. Namun berkat kesigapan jajaran Polres Semarang Timur, hal itu bisa dibubarkan.

''Malam itu mereka terlihat bergerombol, tetapi langsung kami bubarkan. Trek-trekan juga tidak kami temukan,'' kata Kapolres Semarang Timur AKBP Juhartana MSi atas nama Kabag Ops AKP C Wisnu Adji, yang memantau pergantian tahun itu hingga kemarin subuh.

Selama prosesi pergantian tahun, juga tidak terdengar adanya ancaman bom di gereja-gereja di wilayah Polwiltabes Semarang. Peribadatan berlangsung aman dan lancar.

Lintas Agama

Pengamanan pasukan Samapta ditempatkan di sejumlah gereja, dengan perbandingan 4:6:8. Artinya, empat personel polisi untuk gereja kecil, enam personel untuk gereja sedang, dan delapan petugas untuk gereja besar. Mereka juga dibantu oleh sejumlah elemen masyarakat, baik remaja masjid, santri maupun organisasi pemuda lintas agama.

Guyuran hujan yang berlangsung mulai pukul 16.00 sampai 20.00, membuat Kota Semarang bagian bawah terendam banjir. Beberapa jalan yang teredam air adalah Imam Bonjol, Pemuda, Gajahmada, MT Haryono, Pengapon, Tawang, dan Letjen Suprapto. Kondisi paling parah terdapat di Jl Raya Kaligawe dan Wolter Monginsidi, tepatnya di wilayah Kelurahan Banjardowo.

Banyak pengendara yang tepaksa mendorong motornya karena mogok. Bahkan, tidak sedikit warga yang menyambut Tahun Baru 2006 dengan genangan air di rumahnya.

Di Cakrawala Baru, Kelurahan Gisikdrono, Kecamatan Semarang Barat, warga menyambut kehadiran tahun baru dengan melakukan doa bersama. Kegiatan itu dipusatkan di ''aula'' Cakrawala, yang terletak di kolong jembatan layang Jl Arteri Yos Sudarso. Warga menyiapkan sejumlah tumpeng dan jajanan ala kadarnya untuk kegiatan tersebut. (G5,sjs,H9-44s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA