logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 02 Januari 2006 EKONOMI
Line

Persaingan Bisnis Pelumas Kian Seru

JAKARTA-Persaingan bisnis pelumas (oli) untuk mobil dan motor di tingkat hilir kiat sengit. Saat ini raksasa seperti Shell, Petronas, dan beberapa merek terkenal lain, bukan hanya memasok pelumas kepada pengecer. Namun juga mendirikan outlet resmi yang dijadikan satu dengan stasiun pompa bahan bakar umum (SPBU) yang didirikannya.

Namun SPBU di beberapa daerah penggiran Jakarta itu, hanya menjual Premix dan bensin super. Untuk premium, pemerintah belum mengizinkan. Karenanya untuk meramaikan, SPBU itu dibuat mirip mall. Selain megah dan mewah, dilengkapi areal parkir luas, dan tersedia toko serba ada, dan bengkel serta penjualan pelumas yang diproduksinya.

Menyikapi hal itu, Pertamina yang selama ini memimpin pasar dalam penjualan pelumas tidak ingin ketinggalan. Jika selama ini, Pertamina sudah menjual pelumasnya di semua SPBU, kini ada satu lagi strategi jitu diterapkan. Yakni membuka gerai OliMart di Bandung, Jakarta, Surabaya, dan menyusul Semarang, dan sejumlah kota besar lain.

Tak Berhenti

''Sampai tahun 2005 lalu, tidak kurang dari 25 OliMart akan beroperasi, tersebar di seluruh Indonesia,'' kata Hasto Wibowo, Manajer Pemasaran Pelumas Otomotif Pertamina, di Jakarta, kemarin.

Pertamina tak berhenti melakukan inovasi mendekatkan produk pelumasnya. Khususnya dalam bisnis ritel, antara lain ditunjukkan lewat peluncuran Pertamina OliMart, yang mengoperasikan bengkel khusus layanan one stop service. Pelayanan bukan sekadar perawatan kendaraan, tetapi juga bengkel paripurna, melayani hingga turun mesin.

''Ke depan, selain akan membuka gerai OliMart baru, kami juga bersiap menggandeng mitra ATPM lain. Kehadiran Pertamina OliMart dan jaringan SPBU sudah dilengkapi dengan layanan speed & drive. Bisnis bengkel kerja sama Pertamina dengan mitranya ini akan semakin mengukuhkan bisnis ritel pelumas Pertamina,'' ucapnya.

Berdasarkan data Masyarakat Pelumas Indonesia (Maspi), di seluruh sektor (otomotif, industri, dan lain-lain) kebutuhan pelumas mencapai lebih dari 600 juta liter per tahun. Tapi lantaran jumlah pemain terus bertambah, meningkatnya permintaan menjadi tidak terlalu berarti bagi pemain lama, karena ketatnya persaingan. (wa-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA