| Senin, 02 Januari 2006 | EKONOMI |
Pupuk Kaltim Capai Produksi TertinggiJAKARTA-PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) mencapai produksi pupuk urea tertinggi selama 28 tahun berdiri dengan produksi sepanjang tahun 2005 sebesar 2,665 juta ton atau 99,7 persen dari Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP). "Tahun ini merupakan produksi tertinggi sepanjang sejarah perusahaan dan semua itu bisa dicapai, karena dukungan semua karyawan," kata Dirut PKT Omay K Wiraatmadja, di Bontang, Kalimantan Timur, Sabtu. Selain produksi urea, PKT juga mencatat produksi amoniak terbesar sebanyak 1,866 juta ton. Sepanjang 2005, kata dia, PKT telah memenuhi kewajibannya menyalurkan pupuk urea bersubsidi sebanyak 1,272 juta ton untuk 16 provinsi, yaitu 15 provinsi di Kawasan Timur Indonesia dan Jawa Timur. Di samping menyalurkan pupuk urea bersubsidi ke wilayah menjadi tanggung jawabnya, PKT juga memasok untuk daerah lain yang diminta pemerintah dalam rangka membantu produsen lain, yaitu ke daerah pemasaran PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) di Jawa Tengah sebesar 56.792 ton, daerah pemasaran PT Pupuk Kujang (Jawa Barat) sebesar 12.759 ton dan daerah pemasaran PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara (Sumut) sebesar 180.894 ton. "Total bantuan PKT untuk pemasaran pabrik pupuk lain mencapai 250.445 ton, sehingga total pasokan urea bersubsidi sepanjang 2005 mencapai 1,549 juta ton atau 21,7 persen di atas kewajiban yang ditetapkan dalam SK Mentan sebesar 1,272 juta ton," kata Omay. Kinerja Keuangan Ia juga mengatakan selama ini untuk menjaga agar tidak terjadi kelangkaan pupuk di wilayah pemasarannya sejak awal 2004, PKT menerapkan sistem double stock atau melipatgandakan stok urea sejak di gudang lini I (pabrik) sampai gudang lini III (distributor). "Dengan kebijaksaan double stock ini, kami berhasil mengamankan ketersediaan pupuk urea untuk petani, sehingga Alhamdulillah di daerah pemasaran kami tidak terjadi kelangkaan pupuk," ujar Omay. (ant-33) |