| Senin, 02 Januari 2006 | EKONOMI |
Garuda Maskapai Terlemah di AsiaJAKARTA-Menteri Negara (Meneg) BUMN Sugiharto mengungkapkan, maskapai Garuda sudah termasuk dalam katagori maskapai terlemah di Asia. Namun ia membantah pemerintah berencana menjual Garuda seperti yang ditulis harian ibukota baru-baru ini. "Garuda sudah termasuk katagori maskapai terlemah di Asia," kata Sugiharto dalam temu pers dengan pimpinan media massa di Jakarta, baru-baru ini. Bahkan, kata dia, dalam statistik maskapai Asia, Garuda tak lagi dimasukkan karena dianggap tidak relevan dibandingkan dengan maskapai lain, seperti Japan Airlines atau Singapore Airlines. Ia mengatakan, kinerja keuangan Garuda juga negatif, dan diperparah dengan utang perusahaan yang mencapai 845 juta dolar AS. Meski demikian, dia mengharapkan agar di era persaingan global saat ini, dengan merosotnya pemasukan Garuda akibat kasus "Bom Bali", mau tidak mau manajemen maskapai penerbangan pemerintah itu harus melakukan transformasi bisnis. Misalnya dengan membentuk aliansi atau kerja sama operasi dengan perusahaan penerbangan asing. Ia mengemukakan, dengan adanya kesepakatan mengenai open air policy di antara negara-negara di kawasan Asia, persaingan antarperusahaan penerbangan di kawasan ini akan semakin ketat, karena satu dan lainnya bebas melayani jalur penerbangan di negara lain. "Transformasi bisnis (bagi Garuda) merupakan keharusan," katanya. Restrukturisasi Pada bagian lain Sugiharto menambahkan, sesuai dengan Master Plan BUMN, telah ditetapkan untuk melakukan konsolidasi jumlah BUMN melalui proses restrukturisasi. Melalui restrukturisasi, jumlah BUMN yang sekarang ada, yaitu 158 unit, akan menjadi 82. BUMN itu akan dikatagorikan ke dalam tiga kelompok, yaitu stand alone, sectoral holding, dan merger. Bertindak sebagai penasihat restrukturisasi, yakni PT Danareksa Sekuritas dan PT Bahana Securities. (ant-33) |