| Senin, 02 Januari 2006 | EKONOMI |
Pertumbuhan LKS Masih MelambatJAKARTA-Pertumbuhan Lembaga Keuangan Syariah (LKS) masih akan mengalami perlambatan tahun ini. Hal itu terjadi, karena belum ada kepastian perekonomian nasional akan membaik. "Masih ada kekhawatiran jatuhnya ekonomi tahun depan," kata Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam Mustafa Edwin Nasution di Jakarta, Sabtu (31/12). Menurut dia, kenaikan harga minyak dunia dan inflasi 2005 yang diikuti kenaikan suku bunga, telah memukul perekonomian. Dampak kenaikan bunga membuat sebagian masyarakat memindahkan dananya, sehingga mengurangi rasio kecukupan modal. Tahun depan, diperkirakan beban yang harus ditanggung masyarakat akan lebih berat, yaitu adanya kenaikan tarif dasar listrik, harga minyak dunia masih di atas 50 dolar AS per barel, peningkatan jumlah pengangguran dan percepatan pembayaran utang luar negeri. "Akibatnya terkonsentrasi pada penyelesaian makro. Political will terhadap LKS berkurang," tutur Mustafa. Perlambatan akan berpengaruh terhadap internal LKS. "Kami masih mempunyai banyak hambatan internal. Masih menjadikan bank konvensional sebagai benchmark, modal kecil, hambatan manajemen dan sharia compliance. Oleh karena itu perlu peningkatan kinerja," ujarnya. Namun dia optimistis bisa mencapai target 7 persen tahun 2007, meskipun lambat. (bn-33) |