| Senin, 02 Januari 2006 | EKONOMI |
2005, Aset Reksa Dana Anjlok 72 PersenJAKARTA-Industri reksa dana Indonesia telah melewati tahun terberat selama 2005. Nilai aktiva bersih reksa dana turun drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Padahal, data Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) di Jakarta Sabtu akhir pekan lalu, sejak 2002 aset reksa dana terus menanjak naik secara signifikan hingga 2004. Namun aset tahun ini turun 71,96 persen dari posisi 2004 Rp 104,037 triliun menjadi Rp 29,17 triliun. Kendati, jumlah pemegang unit penyertaan reksa dana hanya turun sedikit, dari 299.063 pihak pada 2004 menjadi 275.128 pihak. Berdasarkan data Bapepam, tahun 2002 dana reksa dana sebesar Rp 13,74 triliun dengan penyertaan12,74 miliar. Tahun 2003 melonjak hampir empat kali lipat menjadi Rp 67,36 triliun dengan penyertaan 58,08 miliar unit. Lalu pada 2004, meningkat lagi 50 persen dibanding tahun sebelumnya menjadi Rp 104,037 triliun dengan penyertaan sekitar 83 miliar unit. Dia menambahkan, penyebab utama terpuruknya industri reksa dana, yakni terjadinya gelombang pencairan dana sebelum jatuh tempo (redemption) pada Maret-April dan Agustus-September. Pada kasus ini, Bapepam telah menjatuhkan sanksi administratif pada empat manajer investasi yang dinilai melanggar peraturan. (bn-33) |