| Senin, 02 Januari 2006 | EKONOMI |
Beban Puncak Listrik Malam Tahun Baru TurunJAKARTA-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro melakukan sidak kesiapsiagaan PT PLN (Persero) dalam mengamankan pasokan listrik pada malam Tahun Baru. Dalam sidak itu, dia didampingi Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Departemen ESDM Yogo Pratomo, Dirjen Migas Departemen ESDM Iin Arifin Takhyan, Dirut PLN Eddie Widiono dan jajaran direksi PLN lain, Sabtu malam, Purnomo mengunjungi PLTGU Muara Karang, Jakarta Utara, Gardu Induk Cawang, Jaktim dan Gedung PLN Pusat, Jaksel. Purnomo juga melakukan teleconference dengan para pejabat PLN yang berada di daerah, seperti Jatim, Jateng, Bali, dan Pusat Penyalur dan Pengaturan Beban (P3B) Jawa-Bali, Jabar. Saat memberi laporan kepada Menteri, General Manager PLN Distribusi Jatim Hariadi Sadono mengatakan, pada malam Tahun Baru, beban daya puncak di wilayahnya mengalami penurunan sebesar 700 MW dari biasanya mencapai 3.200 MW menjadi 2.500 MW. "Saat ini, banyak industri libur, sehingga beban daya juga turun," katanya. Penurunan beban puncak akibat berkurangnya pemakaian industri juga dikemukakan General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya Fahmi Mochtar. Menurut dia, pada malam pergantian tahun, beban daya puncak di wilayahnya mengalami penurunan 1.300 MW dari hari-hari sebelumnya mencapai 4.000 MW menjadi 2.700 MW. Sementara di sistem jaringan Jawa-Bali, menurut Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PLN Ali Herman Ibrahim, pada malam Tahun Baru mengalami penurunan beban antara 2.800-3.000 MW dari beban puncak pada kondisi normal sebesar 14.000 MW. Usai melakukan sidak, Purnomo menyatakan, dirinya sengaja berkunjung ke sejumlah instalasi PLN untuk melihat secara langsung kesiapsiagaan BUMN tersebut dalam menghadapi malam pergantian tahun. "Setelah melihat sendiri, saya berterima kasih atas kesiapsiagaan karyawan PLN mengamankan pasokan listrik, sehingga masyarakat dapat terlayani kebutuhan listriknya saat malam tahun baru," katanya. (ant-33) |