logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 02 Januari 2006 EKONOMI
Line

2006, Rupiah Diprediksi Stabil

JAKARTA-Diperkirakan nilai tukar rupiah akan stabil dan cenderung menguat pada 2006. Hal ini terkait sejumlah faktor pendukung yang tanda-tandanya akan mulai terlihat di awal 2006 tersebut.

Prediksi itu dilontarkan Deputi Gubernur Bank Indonesia Aslim Tadjudin di Jakarta akhir pekan lalu. ''Ya, rupiah akan stabil pada level sekarang,'' ujarnya.

Kurs rupiah dalam dua hari menjelang tutup tahun berada pada level Rp 9.835 sampai Rp 9.840 per dolar AS. Menurut Aslim, prospek makro ekonomi 2006 akan lebih baik dari tahun ini. "BI memperkirakan pertumbuhan ekomomi 5 - 5,6 persen," katanya. BI akan berusaha menjaga momentum ekonomi untuk memberikan sentimen positif pada perkembangan nilai tukar rupiah. Aslim menyatakan BI berharap harga minyak dunia bisa stabil. "Pada level 58 dolar AS per barel saja akan memberikan sumbangan positif terhadap perekonomin kita," katanya.

Cadangan Devisa

Cadangan devisa yang digunakan untuk kebutuhan impor Pertamina akan berkurang, sehingga tidak memberikan tekanan terhadap permintaan valuta asing di pasar uang. "Selain itu, kita sudah bisa mengurangi penggunaan minyak di dalam negeri," ujarnya.

Ungkapan senada dilontarkan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Goeltom yang menyebutkan, nilai tukar rupiah terhadap dolar pada 2006 diperkirakan akan terus menguat hingga level di bawah Rp 10 ribu. Pada tahap awal, akhir tahun 2005 atau menjelang akhir 2006 akan bergerak menuju penguatan dari sekarang yakni Rp 10.000.

Penguatan rupiah, jelas dia, didorong kebijakan sektor riil dan kondisi fundamental serta adanya pengetatan fed fund rate pada semester I yang mulai berkurang. "Asumsi investasi dan pengelolaan demand valas dan kestabilan politik dan keamanan juga yang mendorong penguatan rupiah," ujar Miranda. (bn-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA