| Senin, 02 Januari 2006 | EKONOMI |
Arus Investasi 2005 Meningkat 88,02 PersenBADAN Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) selama ini merupakan institusi paling bertanggung jawab terhadap kemajuan investasi. Untuk mengemban amanah itu, lembaga ini terus menggaet sejumlah perusahaan asing dan domestik di berbagai sektor industri, seperti agrobisnis, energi, ritel, telekomunikasi, listrik dan jasa. Langkah itu tentu saja diambil untuk terus memajukan iklim investasi di Indonesia. Namun BKPM kini tengah menjadi sorotan berbagai kalangan, menyusul aksi penangkapan terhadap mantan Kepala BKPM Theo F Toemion. Kepala BKPM yang menjabat semasa Presiden Megawati itu, ditangkap pihak keamanan, karena temuan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tidak terungkap secara detail dan jelas, bagaimana kinerja BKPM semasa kepemimpinan Theo F Toemion. Namun, dari kinerja BKPM tahun 2005, terungkap dibanding dengan periode yang sama tahun 2004, kinerja BKPM tahun 2005 jauh lebih baik. Kepala BKPM Muhamamd Lutfi juga mengakui sepanjang 2005, arus investasi yang masuk Indonesia terus meningkat. Bahkan, peningkatannya mencapai 88,02% dibanding periode yang sama tahun 2004 lalu. Dari data terungkap, kinerja penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) untuk periode Januari-14 Desember 2005 mencapai Rp 110,86 triliun (11,66 miliar dolar AS) dengan total 1.030 proyek selama periode Januari-14 Desember 2005, atau meningkat 88,02% dibandingkan periode yang sama tahun 2004. Adapun total realisasi investasi berasal dari PMDN sebesar Rp 28,40 triliun (2,98 miliar dolar AS) dan PMA sebesar Rp 82,46 triliun (8,66 miliar miliar AS). Atau masing-masing mengalami peningkatan sebesar 86,11% dan 88,69% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Rencana Investasi Sementara total rencana investasi PMDN dan PMA periode Januari-14 Desember 2005 sebesar Rp 164,24 triliun (17,27 miliar dolar AS) dengan total 1.749 proyek. Angka ini naik 15% dibandingkan periode Januari-14 Desember 2004 sebesar Rp 142,81 triliun (15,03 miliar dolar AS). Rencana investasi itu berasal dari PMDN sebesar Rp 49,10 triliun (5,15 miliar dolar AS), tumbuh 11,38% dibandingkan yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 44,10 triliun. PMA menyumbang sebesar Rp 115,14 triliun (12,12 miliar dolar AS) dalam rencana investasi periode Januari-14 Desember tahun ini, naik 16,64% dibandingkan periode yang sama 2004 lalu sebesar Rp 98,71 triliun (10,39 miliar dolar AS). Sedangkan bidang usaha atau sektor dengan realisasi investasi domestik terbesar untuk periode Januari-14 Desember 2005, yakni industri makanan dengan total investasi Rp 8.047,8 miliar, diikuti industri kertas dan percetakan sebesar Rp 5.595,9 miliar, listrik, gas dan air sebesar Rp 5.758,8 miliar, tanaman pangan dan perkebunan sebesar Rp 4.273 miliar dan industri hotel serta restoran sebesar Rp 4.049,7 miliar. Sementara bidang usaha atau sektor dengan realisasi investasi asing terbesar untuk periode Januari-14 Desember 2005, urutan pertama industri transportasi, gudang dan komunikasi sebesar 2.927,2 juta dolar AS, diikuti industri kimia dan farmasi sebesar 1.141,1 juta dolar AS, konstruksi sebesar 896,1 juta dolar AS, makanan sebesar 549,5 juta dolar AS dan logam, mesin serta elektronika sebesar 470,2 juta dolar AS. Adapun sektor atau bidang usaha yang paling banyak diminati berdasarkan investasi PMDN periode Januari-14 Desember 2005 berasal dari industri makanan sebesar Rp 9.732,7 miliar, diikuti konstruksi sebesar Rp 2.461,7 miliar, tanaman pangan dan perkebunan sebesar Rp 2.226,6 miliar, serta industri kimia dan farmasi sebesar Rp 1,939,7 miliar. Sementara sektor atau bidang usaha yang paling banyak diminati investasi PMA selama periode Januari-14 Desember 2005, urutan pertama ditempati industri transportasi, gudang dan komunikasi sebesar 2.927,2 juta dolar AS, diikuti industri kimia dan farmasi sebesar 1.141,1 juta dolar AS, industri konstruksi sebesar 896,1 juta dolar AS, industri makanan sebesar 549,5 juta dolar AS, dan industri logam, mesin serta elektronika sebesar 470,2 juta dolar AS. Sedangkan investasi domestik dan asing selama periode Januari-14 Desember 2005 diperkirakan telah berhasil menciptakan lapangan kerja untuk masing-masing sebanyak 120.277 orang dan 262.991 orang. Khusus PMDN, realisasi penyerapan tenaga kerja mencapai 108.063 orang, sedangkan untuk PMA sebanyak 144.494 orang.(bn-33) |