SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Sabtu, 31 Desember 2005

- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak boleh dibiarkan berjalan sendirian. Jawaban inilah yang mesti ditegaskan kepada Taufiqurrahman Ruki dan kawan-kawan. Dalam pidato peringatan HUT Ke-2 KPK dia mengeluh, di tengah merebaknya lembaga pemberantasan korupsi, semua justru hanya menjadi penonton. Padahal aksi-aksi yang dilakukan KPK seharusnya menjadi cambuk atau pecut. Tetapi fakta yang tersaji benar-benar lain. Baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif dinilainya tetap diam terpaku.

- Refleksi menjelang pergantian tahun adalah hal yang sangat manusiawi. Begitulah perjalanan hidup yang terus berproses, baik sebagai individu, kelompok maupun sebagai bangsa. Ada masa pasang, ada masa surut. Ada peluang tetapi tidak sedikit ancaman. Ada kelebihan namun tentu ada kekurangan. Inilah saat untuk mengevaluasi diri seraya melihat ke depan dengan optimistik. Sikap seperti itu penting karena begitu banyak cobaan datang dan harus dihadapi bangsa ini pada tahun 2005.

CAGUB Golkar, terlalu dini atau modern? Itulah pertanyaan sekaligus judul tulisan Teguh Yuwono, menanggapi deklarasi lintas Fraksi Partai Golkar yang mencalonkan Ketua DPD Partai Golkar, Bambang Sadono (BS),

KONGRES Pemuda / KNPI XI (18 - 21 Des 2005) menata masa depan. Dalam amanatnya, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, agar KNPI mempunyai program kerja yang tidak muluk-muluk.

Beberapa waktu lalu saya bersama istri ke Jakarta dengan penerbangan Adam Air. Hati kecil saya sejak awal ragu karena biasanya menggunakan maskapai lain. Namun karena pengaruh iklan yang menarik, saya mencoba. Ternyata yang perkirakan benar, pelayanan petugasnya di bandara kurang ramah.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA