logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 31 Desember 2005 WACANA
Line

Surat Pembaca

Layanan Adam Air

Beberapa waktu lalu saya bersama istri ke Jakarta dengan penerbangan Adam Air. Hati kecil saya sejak awal ragu karena biasanya menggunakan maskapai lain. Namun karena pengaruh iklan yang menarik, saya mencoba. Ternyata yang perkirakan benar, pelayanan petugasnya di bandara kurang ramah.

Ketika saya akan mengambil barang bawaan setelah tiba di Cengkareng, kekecewaan memuncak karena koper saya merk Pollo hilang. Saya ke loket Adam Air di Cengkareng untuk melapor dan mereka meminta tenang, menunggu beberapa jam di bandara walau hari itu barang tidak diketemukan.

Akhirnya saya diberi struk lost and found dengan janji barang pasti diketemukan. Terus terang saya tidak puas karena barang di koper, untuk menghadiri pesta yang berharga seperti pakaian baru yang mahal, minyak wangi kosmetik dan lainnya.

Dengan kehilangan tersebut saya jadi repot, karena harus belanja untuk keperluan pesta pernikahan di mana saya harus hadir. Setelah lebih satu minggu dan sudah balik, saya ke kantor Adam Air di Semarang. Saya kecewa, di samping barang belum ketemu, saya ditawari penggantian seperti yang tercantum di tiket.

Perhitungan penggantian sebesar 12 kg X Rp 20.000 yaitu Rp 240.000. Saya baru sadar, ternyata secara yuridis berada di posisi tidak menguntungkan. Dalam benak saya terpikirkan enaknya jadi pencuri di perusahaan penerbangan.

Curinya mudah karena barang dititipkan, hasilnya pasti untung karena dari nilai kopernya saja pasti lebih mahal dari nilai penggantian, belum lagi isi barangnya. Saya masih mengharap barang kembali beserta isinya. Juga minta Adam Air bertanggung jawab atas kejadian ini.

Bila tidak, kejadian serupa dapat terulang pada orang lain. Kejadian ini barangkali menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati memasukkan barang dalam bagasi pesawat. Kalau perlu dibuka dan laporkan isinya sehingga ketika hilang mungkin bisa diganti setara.

Adrianto
Jl MT Haryono 850, Semarang

***

Jl Sisingamangaraja

Kalau naik kendaraan bermotor dari Gelael Sultan Agung menuju ke Jl Sisingamangaraja Semarang, maka dihadapkan pada 2 hal yang sulit dipilih. Bila ambil jalur kanan yang mulus, di situ ada tanda larangan (verboden), tapi kalau ambil jalur kiri akan ''dipaksa'' berjuang melawan jalan yang berlubang sepanjang lebih dari 500 m.

Padahal di situ ada hotel berbintang Grand Candi, lapangan golf SGC, kantor Pos, rumah-rumah mewah. Alangkah ironisnya. Bapak Sukawi (cq DPU), mohon kondisi yang sudah berbulan-bulan ini dapat diatasi, pasti disambut gembira oleh siapa saja sesuai predikat Semarang sebagai kota ATLAS.

H Mw Prabowo
Jl Batur 8. Semarang

***

Munafik

Waktu aku masih SD, ustad bilang jangan sekali-kali jadi orang munafik. Saya sudah lupa arti sebenarnya karena sudah tua (59). Tapi yang saya ingat, munafik tindakan yang tidak baik dan dosa. Contoh munafik, menyuruh anaknya shalat tapi bapaknya lupa shalat. Menyuruh anaknya puasa tapi bapak tidak puasa.

Jadi kalau begitu banyak pimpinan negara, legislatif, eksekutif maupun yudikatif yang munafik. Mereka suruh kencangkan ikat pinggang, sementara mereka malah menaikkan tunjangan dan gaji. Menyuruh pola hidup sederhana, mereka malah bermewah-mewah, mobil mewah, rumah mewah, deposito mewah.

Kalau rakyat kecil sih tidak usah disuruh pola hidup sederhana sudah hidup sangat-sangat sederhana. Suruh kencangkan ikat pinggang, mereka sudah kencangkan ikat leher sampai melet-melet. Wis jan mesakke banget, sudah sangat menderita.

Mengenai ''ganjarannya'' wong munafik, nanti akan saya tanyakan kepada Pak Ustad, sebab para pimpinan mungkin sudah lupa apa itu munafik.

H Erlangga Chandra
Ngalian Rt 8/Rw 2 Bendan Banyudono

***

BMI Tak Kerja Sama dengan MNI/BMS

Sehubungan beredarnya brosur penawaran pembukaan Tabungan Haji Bank Muamalat Indonesia dengan sistem multi level marketing oleh Multi International Network (MNI) PT Bahana Mandiri Santosa (BMS), kami PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menyatakan tidak ada kerja sama seperti itu.

Pencantuman nama PT Bank Muamalat Indonesia dan produk Shar-E merupakan inisiatif sepihak mereka tanpa persetujuan bank ini baik pusat maupun cabang. Kartu Shar-E yang digunakan sebagai kartu tanda anggota mereka telah beredar dengan menggunakan logo MNI merupakan inisiatif mereka tanpa persetujuan kami.

Kami minta agar yang mencantumkan nama Bank Muamalat Indonesia dalam penawaran produknya segera menarik selebaran/brosur tersebut. Bila ada yang menunjuk nomor rekening di bank ini sebagai penerima setoran, kami tidak memiliki kaitan apa pun terhadap aktivitas penggalangan dana tersebut.

Yuli Astuti
Officer Operation

***

Jembatan Rejosari di Mijen Demak

Bila bupati atau aparat DPUK melihat jembatan Rejosari Kecamatan Mijen, Demak, pasti akan menemukan keganjilan. Sebab jembatan panjang tersebut kini amburadul tanpa aspal atau aspalnya sudah mengelotok. Padahal jembatan ini dulu mulus, halus.

Dengan kenyataan ini kapan dan siapa yang akan mengaspal, Pemkab Demak atau Jepara. Sebab jembatan ini merupakan batas dua wilayah tersebut. Saya usul dua pimpinan daerah bertemu dan berembuk, lalu sama urunan kucurkan dana. Hasilnya pasti dapat dinikmati semua warga.

Amar Makruf
Purwogondo, Kalinyamat, Jepara

***

Biografi Pengarang

Saya pengamat yang kerap membaca karya-karya sastra. Yang saya tahu biasanya di belakang buku terdapat lampiran biografi pengarang. Kebetulan saya membaca novel Rihlah Ilallahkarya Najib Khailani terbitan Era Intermedia dan saya berminat mengkaji sebagai bahan untuk skripsi.

Tapi sayang dibelakang novel kenapa tidak dilampirkan riwayat hidupnya. Mohon setiap kali menerbitkan buku sebaiknya dicantumkan biografi pengarangnya karena akan lebih mengenal bukunya sekaligus pengarangnya.

Istianah
Mahasiswi Sastra Unnes

***

Mencari Yunus

Saya mencari seseorang bernama Yunus, berkacamata, rambut cepak, tinggi 170 cm dan umur sekitar 34 tahun. Terakhir saya bertemu di kawasan Kalisari Semarang. Saya berharap bila mengetahui teman saya tersebut mohon hubungi 085640343908.

Seandainya dipertemukan kembali, saya hanya ingin mengucapkan terima kasih Banyak ha-hal yang tak terduga dalam hidup dan saya berharap hal itu datang dalam kehidupan saya.

Sri Mantono (Slendro)
Pakis Rt 8/Rw 3 Kradenan, Grobogan

***

Bar Code bagi Label Hasil Industri Kecil

Bersama beberapa teman dan petani, saya punya usaha kemasan hasil pertanian. Setelah memperoleh nomor registrasi (PIRT) dari Depkes melalui Dinkes, saya ingin melengkapi label produksi industri kecil rumah tangga tersebut dengan bar code. Saya berterima kasih bila ada yang dapat membantu memberi informasi ke mana harus mengurus bar code tersebut?

Khoerun
Genuksari Rt 2/Rw 6, Semarang

***

Stasi Bawen

Kami yang sebagian besar dari luar kota, kuliah di PGSD Soegijapranata Bawen, kampus pendidikan guru berasrama. Salah satu kegiatannya adalah kaderisasi basis (Kasis). Tindak lanjut kegiatan tersebut berupa bakti sosial dan ziarah ke salah satu Gua Maria, tentu saja selain Kerep Ambarawa karena jaraknya dekat.

Untuk merealisasi dua acara tersebut, butuh dana tidak sedikit, tetapi tidak meminta uang dari orang tua. Salah satunya dengan penggalian dana lewat berjualan makanan di gereja stasi Bawen dan keliling di Desa Ngrawan Perumahan Mustika Jati dan Perumahan Ambarawa Asri.

Masyarakat menyambut dengan ramah dan membeli makanan kami. Saat minta izin berjualan di gereja Bawen pun tidak dipersulit. Bahkan tak jarang makanan habis terjual. Sungguh kami ingin mengucapkan terima kasih atas kebaikan dan sambutan hangat yang diberikan masyarakat stasi Bawen.

Evi Krisnawati
Mhs PGSD Soegijapranata, Bawen


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA