| Sabtu, 31 Desember 2005 | NASIONAL |
Aneka WartaPolri Rangkul BIN dan KontrasJAKARTA - Dalam rangka mengusut aktor di balik pembunuhan aktivis HAM Munir, kepolisian merangkul beberapa pihak terutama BIN dan Kontras. Demikian dikatakan Kapolri Jenderal Pol Sutanto, kemarin di Mabes Polri berkaitan dengan refleksi akhir tahun kasus kriminal di Indonesia. "Untuk masalah penuntasan kasus Munir, kami sudah bekerja sama dengan BIN dan Kontras," ungkapnya. Kepolisian sudah bertekad mengungkap siapa dalang pembunuhan Munir. Pihaknya juga sudah menerima banyak masukan dari Usman Hamid (Kontras) mengenai sejauh mana temuan-temuan TPF Munir. "Kami membuka diri untuk segala informasi terkait dengan kasus Munir, dari siapa pun," tambah Sutanto. (aih-49m) PP No 48/2005 Diminta Direvisi SEMARANG - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jawa Tengah mendesak pemerintah merevisi Peraturan Pemerintah (PP) No 48 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi Pegawai Negeri Sipil. Ketua DPW PPP H Ahmad Thoyfoer MC, Jumat (30/12) di Semarang menjelaskan, revisi terutama dilakukan terhadap Pasal 1 ayat (1) karena sangat diskriminatif bila diberlakukan. Meski PP secara khusus tidak mengatur penjabaran UU Guru dan Dosen, semangat pada ayat tersebut ternyata tidak sesuai dengan UU. "Di dalam UU yang baru disahkan, semangatnya menghilangkan diskriminasi antara guru negeri dan swasta. Akan tetapi, semangat itu tidak tercantum dalam PP No 48 Tahun 2005, dalam hal ini Pasal 1 ayat (1)," ungkap dia. Thoyfoer menjelaskan, Pasal 1 ayat (1) PP itu cenderung hanya mengatur tenaga honorer pemerintahlah yang berhak menjadi PNS. Sedangkan tenaga honorer swasta, terutama guru swasta tidak wajib diangkat menjadi PNS. "Jadi yang berhak hanya tenaga honorer yang selama ini mengabdi pada instansi negeri," tuturnya. (G17-46m) Noordin M Top Diwaspadi JAKARTA- Polisi meningkatkan kewaspadaan terhadap Noordin M Top, buruan yang paling dicari polisi sejak kematian Dr Azahari. Dia dikabarkan berada di Jakarta pada akhir tahun 2005. Demikian dikemukakan Kapolri Jenderal Pol Sutanto, Jumat kemarin di Jakarta. Dia mengatakan sudah berusaha mendeteksi keberadaan Noordin M Top yang pada akhir tahun ini berada di Jakarta. "Kita secepatnya akan bergerak, tapi mereka juga manusia yang bisa menghindar, sehingga terhadap informasi serius seperti demikian kita akan tangani secara serius terkait keberadaan Noordin di Jakarta," katanya. Di malam tahun baru nanti, pihaknya sudah meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan ekstra terhadap pejabat negara atau VVIP dari ancaman aksi terorisme. "Kami berharap semoga tidak ada ancaman dari teroris yang timbul di malam tahun baru yang segera akan kita lalui besok," tuturnya. (aih-49) Tanggul Sungai Pidi BobolKudus- Warga disebagian wilayah Kecamatan Mejobo Kudus, semalam tak tidur. Mereka berjaga-jaga karena tanggul kanan sungai Pidi di Desa Tenggeles bobol 100 meter, serta tanggul kanan sungai Dawe bobol 5 meter. Tanggul bobol juga di Desa Kesambi. "Airnya sudah masuk ke rumah penduduk kata wakil Ketua Komisi C DPRD Kudus H Khariri. Air diperkirakan akan terus melimpah, disebabkan hujan di daerah Muria (atas) masih juga terjadi. (yit-29) |