| Sabtu, 31 Desember 2005 | NASIONAL |
Pelayanan Garuda Perlu DitingkatkanBOYOLALI - Pelayanan maskapai Garuda Indonesia pada musim haji tahun ini, menurut penilaian Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif, perlu ditingkatkan. Tim DPR yang meninjau dan mengevaluasi di embarkasi ataupun Tanah Suci menemukan kenyataan di lapangan, proses pengangkutan jamaah calon haji masih kurang baik. Banyak jadwal pemberangkatan yang tertunda dan terlambat. "Di semua embarkasi, lebih dari sekali terjadi penundaan. Belum lagi perubahan jadwal yang mendadak sehingga mengacaukan persiapan pemberangkatan di asrama haji. Ke depan, Garuda Indonesia perlu membenahi hal itu agar lebih baik lagi," ungkap dia kepada wartawan, Kamis malam. Selain soal pelayanan Garuda Indonesia, Zaenal juga menyoroti tentang pemondokan jamaah yang jelek baik di Madinah maupun di Makkah. Banyak calon haji yang ternyata menempati rumah tinggal penduduk yang kondisinya tidak layak. "Banyak calon haji yang protes karena pemondokannya tidak baik. Mestinya Depag jangan percaya begitu saja kepada pihak yang menangani penyewaan pemondokan," kata dia. Salah Visa Sementara itu, ada calon haji asal Embarkasi Adisumarmo Solo yang terpaksa tertunda keberangkatannya karena terdapat kekeliruan penulisan nama pada lembar visa yang dibuat Kedubes Arab Saudi di Jakarta. Mereka adalah Suci Rahayu binti Suyitno asal kloter 68 saling tertukar dengan Misman bin Makmuri asal kloter 67 dan Supeni binti Muhammad Muchtar yang keliru dengan calon haji asal Jambi kloter 12 Embarkasi Batam. "Semuanya kini telah diberangkatkan dengan kloter 69 bersama jamaah asal Kabupaten Banyumas, Jumat (30/12) pukul 08.59," ujar Humas Panitia Pemberangkatan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Adisumarmo H Akhmad Su'aidi SPd, kemarin. Kekeliruan penulisan visa pada kloter 67 asal Banyumas itu dapat diketahui saat paspor hendak dibagikan kepada calon haji di Gedung Makkah, Rabu (28/12) pukul 20.00. "Nama dan foto yang tercantum pada paspor sudah benar tapi saat mencermati identitas pada lembar visa ternyata namanya berbeda." Panitia lalu mengurus paspor tersebut ke Departemen Agama Jakarta dan hanya dalam waktu 10 jam perbaikan visa ketiganya bisa diterima yang bersangkutan pada Kamis malam bersamaan dengan pembagian paspor kloter 69. Bersamaan dengan temuan itu, petugas juga menemukan kekeliruan lembar visa pada paspor milik calon haji asal Salatiga, kloter 73, Dri Wahyuni Soima. Saat petugas meneliti ulang semua paspor yang disimpan di embarkasi, di sana tertulis Rina Ekowati binti M Tolhah calon haji kloter 21 asal Sukoharjo yang sudah berangkat pada 14 Desember lalu. Menurut keterangan Satgas Dokumen Muntashiroh, paspor Rina bisa dibetulkan lebih awal sehingga dia bisa diberangkatkan bersama jamaah kloternya. "Demikian pula Sri Wahyuni tetap bisa berangkat sesuai dengan kloternya pada Sabtu (31/12) karena perbaikan visa paspornya sudah jadi sebelum tiba di Asrama Haji Donohudah." (an,G13-29j) Jadwal Keberangkatan Sabtu, 31 Desember 2005 Kloter 73, 323 calon asal Kota Salatiga dan petugas, pukul 12.15. Kloter 74, 325 calon haji asal Kabupaten Pati dan petugas, pukul 15.15. Kloter 75, 325 calon haji asal Kabupaten Pati dan petugas, pukul 21.15. Minggu, 1 Januari 2006 Kloter 76, 325 calon haji asal Kabupaten Pati dan petugas, pukul 00.15. Kloter 77, 325 calon haji asal Kabupaten Pemalang dan petugas, pukul 03.15. Kloter 78, 325 calon haji asal Kota Tegal dan petugas, pukul 18.00. Kloter 79, 199 calon haji asal Kabupaten Pemalang, 119 calon haji asal Kabupaten Pati, 4 calon haji dari Kabupaten Kendal dan 3 petugas, pukul 21.00. |