| Sabtu, 31 Desember 2005 | NASIONAL |
Menag Keberatan Depag Disebut TerkorupJAKARTA - Menteri Agama Maftuh Basuni keberatan departemen yang dipimpinnya diberi predikat sebagai "terkorup". Meski demikian, dia bertekad membersihkan Depag dari oknum-oknum bermoral bejat yang tidak bisa diperbaiki. Usai shalat jumat di Masjid At-Taqwa Klender Jakarta Timur, Menag mengatakan, setelah lebih dari 60 tahun merdeka, belum banyak kenikmatan yang diperoleh masyarakat dan hal itu harus diakui. Namun tidak perlu muncul sikap saling mengambinghitamkan atau menangisi sesuatu yang terjadi di masa lalu. "Depag dituduh sebagai departemen paling korup. Tuduhan ini serta-merta saya tolak. Jika di Depag ada korupsi, ada kebejatan, itu benar. Apa banyak? banyak. Namun kalau disebut terkorup kan harus ada pembandingnya. Jadi tolong diberi pembanding," pinta dia. Untuk menghapus penilaian negatif itu, Depag sudah melakukan banyak hal. "Kalau ada yang tak bisa diperbaiki, ya digeser. Manusia itu kan digerakkan oleh qolb (hatinya). Jadi pasti bisa diatasi." Mantan Dubes RI untuk Arab Saudi ini mengatakan, seorang preman tidak mustahil pada akhir perjalanan hidupnya berubah menjadi ulama. Contohnya, Khalifah Umar bin Khattab. Sebaliknya, tidak sedikit kiai yang belakangan justru menjadi bajingan. Basuni yang pernah di Makkah sebelum menjadi dubes, mengaku pernah punya pengalaman dengan mantan jaksa. Gagal menjadi calo penginapan haji, sang jaksa ngotot minta diberi "proyek" katering. Namun semua dia tolak. (A20-49m) |