| Sabtu, 31 Desember 2005 | NASIONAL |
Sebanyak 12 Ribu Kasus Judi ditanganiJAKARTA - Selama tahun 2005 kasus pemberantasan perjudian meningkat pesat. Dari 4.992 kasus yang diberantas di tahun 2004 meningkat menjadi 12.142 kasus yang berhasil ditangani. Demikian dikatakan Kapolri Jenderal Pol Sutanto dalam refleksi kasus kriminal yang menonjol tahun 2005 di Mabes Polri, Jumat kemarin. Dia menjelaskan, keberhasilan tersebut dikarenakan semua aparat di wilayah bekerja dengan keras di bawah tekanan untuk terus memberantas kasus perjudian. Meski berjaya melakukan pemberantasan perjudian, pihaknya mengaku untuk penanganan kasus korupsi dan kejahatan besar lainnya mengalami penurunan 0,33 persen. ''Dari penurunan tersebut kejahatan korupsi dan penanganan korupsi bagi kepala daerah yang ditangani sebanyak 253 kasus. 145 kasus diantaranya sedang diproses, 76 kasus sudah P21 dan sebanyak 20 kasus P19, artinya kasus tersebut dikembalikan untuk dilengkapi,'' katanya. Di tahun 2006, lanjut Sutanto, pihak kepolisan akan melakukan usaha preventif, preemtif dibandingkan dengan usaha represif untuk kasus kejahatan konvensional dan kasus-kasus yang lainnya. ''Selain itu, kami juga akan menjamin penegakan hukum demi adanya kepastian hukum.'' Dikatakan, Polri juga masih terus melakukan pemantauan terutama terhadap kasus-kasus besar yang saat ini masih menjadi perhatian Polri. ''Contohnya dalam kasus teroris yang hingga kini masih terus melakukan pengejaran terhadap Noordin M Top,'' katanya. Kenaikan Pangkat Sementara itu, kemarin juga dilakukan upacara kenaikan pangkat bagi 50 perwira Polri di Mabes Polri. Mereka adalah perwira menengah (pamen) dan perwira tinggi (pati) Polri mendapat kenaikan pangkat satu tingkat. Salah satunya adalah Ketua Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (Kalakhar BNN) Made Mangku Pastika yang naik pangkat dari Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi. Selain Pastika, pati berbintang dua (Irjen) yang naik pangkat menjadi berbintang tiga (Komjen) adalah Inspektur Pengawasan Umum Polri Didi Widayadi. Lainnya adalah kenaikan pangkat dari Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) menjadi Komisaris Besar (Kombes) Polisi sebanyak 29 orang, Kombes Pol menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen) atau bintang satu sebanyak 12 orang, dan Brigjen menjadi Irjen sebanyak tujuh orang. Salah seorang pamen berpangkat Kombes yang naik pangkat menjadi pati berbintang satu alias Brigjen adalah Wakil Kepala Divisi Humas Polri Anton Bachrul Alam. Tujuh pati Polri berpangkat Brigjen yang naik pangkat menjadi Irjen masing-masing, adalah Kapolda Bali Brigjen Pol Sunarko, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Paulus Purwoko, Kapolda Sumut Brigjen Pol Bambang Hendarso, Kapolda Sumsel Brigjen Pol Iwan Haryatna, Kapolda NTB Brigjen Pol Wawan Hendrawan, Kapolda Riau Brigjen Pol Sumardi Sanyoto, dan Widya Utama Sekolah Perwira Tinggi Polri Brigjen Bambang Haryono.(aih-49) |