| Sabtu, 31 Desember 2005 | NASIONAL |
Merasa Ditipu Biro SwastaPuluhan Calon Haji Gagal BerangkatSEMARANG - Musim haji tahun ini kembali diwarnai kasus penipuan yang diduga dilakukan oleh sebuah biro swasta. Puluhan calon haji (calhaj) di berbagai tempat termasuk di Semarang dan Surabaya mendatangi kantor biro untuk meminta pertanggungjawaban dari perusahaan tersebut. Sebab, mereka dapat dipastikan gagal berangkat ke Tanah Suci. Di Semarang, 11 calhaj ONH plus yang gagal berangkat, Jumat kemarin mendatangi biro penyelenggara haji PT Aurora Arzam Rindotama (AAR) Cabang Semarang yang berkantor di kompleks Masjid Raya Baiturrahman Jalan Pandanaran Nomor 126. Kepada Kepala Cabang PT AAR Agung Sudibyanto, mereka memprotes serta meminta kepastian kapan dapat berangkat haji. Marzuki (67) dan Surminah (65) asal Ngaliyan, Semarang menuturkan, dia dan rekan-rekannya sangat kecewa dengan pelayanan PT AAR. Dia menilai, biro swasta itu sama sekali tidak profesional. Dia semestinya berangkat 19 Desember lalu. ''Katanya keberangkatan kami diundur 25 Desember tapi terus diundur lagi hingga 31 Desember. Ya, kami minta kejelasan karena sudah membayar mahal,'' tandas Marzuki. Kepada para calhaj, Agung mengatakan, kemungkinan mereka tidak dapat diberangkatkan. Sebab menurut informasi dari Jakarta, bukti pelunasan anggaran ibadah haji (barkode) belum dilunasi oleh PT AAR sehingga visa tidak dapat keluar. Direktur PT AAR Sutjipto SE MM, ujar Agung, tidak dapat dihubungi. Kemungkinan dia telah melarikan diri karena tidak tahan dengan desakan ratusan calhaj di Jakarta. Dia mengemukakan, sebelumnya menanyakan ke Kanwil Depag Jateng, apakah setoran bukti pembayaran ibadah haji (SBPIH) dari ke-11 orang tersebut sudah dikirimkan ke kantor pusat atau belum. Dia mendapat jawaban, SBPIH itu telah dikirimkan. Mendengar penjelasan itu, para calhaj berang. Bambang Basuki (50) dari Pengapon Semarang menuntut, jika tidak dapat berangkat minimal biaya haji Rp 43 juta - Rp 46 juta per orang yang telah dibayarkan melalui PT AAR dapat dikembalikan. Usulan Bambang itu disetujui oleh rekan-rekannya yang lain. ''Kekecewaan kami sama sekali tidak sebanding. Atas masalah ini, kami juga menanggung malu terhadap para tetangga sekitar,'' ungkap salah seorang calon haji. Mereka kemudian memusyawarahkan untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut. Disepakati, Agung didampingi calhaj Bambang semalam ke Jakarta untuk mengambil aset PT AAR lalu diuangkan sebagai pengganti biaya haji. ''Kami setuju untuk penyelesaian musyawarah. Namun, jika nanti PT AAR tidak dapat bertanggung jawab, kami akan melaporkan ke polisi. Sebab, kami anggap ini sebagai penipuan,'' tandas Bambang. Kepada Suara Merdeka, Agung membeberkan, di Jateng ada 21 calhaj yang tidak dapat diberangkatkan oleh biro PT AAR. Yang mendaftar di Semarang 11 orang. Sementara itu, yang mendaftar melalui biro Kudus delapan orang dan biro Pati dua orang. ''Kantor Cabang Semarang ini sudah dua tahun berdiri. Tahun lalu lancar-lancar saja tetapi tahun ini bermasalah.'' Humas Kanwil Depag Achmad SH mengungkapkan, pemberangkatan haji melalui biro swasta tidak ada kaitannya dengan tanggung jawab Depag. ''Ya, begini ini risikonya jika haji diswastakan. Jika ada risiko, kami tidak dapat berbuat apa-apa.'' Menurut keterangan Achmad, biro haji swasta yang benar pendiriannya disahkan oleh Menteri Agama. Jika ada risiko kegagalan, biasanya ada pencabutan izin atas biro tersebut. Di Surabaya Sementara itu, 154 calhaj yang akan berangkat melalui PT Aurora Tour and Travel kemungkinan besar juga gagal berangkat. Hingga Kamis (29/12) belum ada kepastian kapan mereka diberangkatkan. Karena itu, pada Kamis malam puluhan calhaj menyerbu kantor tersebut yang berlokasi di Jalan Raya Darmo Surabaya. Mereka melampiaskan kekecewaan karena dana menunaikan haji itu dibawa lari Sucipto, pimpinan biro perjalanan tersebut. Mereka menuntut dana pemberangkatan haji, sekitar Rp 675 juta, dikembalikan. Aksi penyerbuan masih berlangsung pada Jumat (30/12). Bahkan, beberapa calhaj mengambil tas yang berada di kantor biro perjalanan itu. ''Jangan-jangan tasnya sekalian dilarikan,'' kata calhaj Yayuk. Calon haji Sri Wahyuningsih menuturkan, 154 orang telah ditipu Sucipto. Dia menyebutkan, setiap calon ditarik uang transportasi dan akomodasi Rp 38 juta - Rp 40 juta dengan jadwal pemberangkatan pada 19 Desember. Kenyataannya, sehari menjelang berangkat tiba-tiba biro perjalanan itu memberitahukan penundaan pemberangkatan. ''Dalihnya, visanya belum jadi.'' Setelah gagal berangkat pada 19 Desember, biro perjalanan memberitahu keberangkatan pasti pada 25 Desember. ''Kami dijanjikan berangkat pada 25 Desember namun masalah visa belum jadi. Malam ini, kami menagih janji yang katanya kami akan berangkat pada 31 Desember. Namun juga gagal, dengan alasan yang sama.'' Petugas Aurora Tour and Travel, Isa, meminta tiga perwakilan calhaj menemui manajemen kantor pusat di Jakarta. ''Semua nama sudah didata. Saya harap, tiga orang besok pagi berangkat ke Jakarta,'' pintanya. (yas,G14-14j) |