logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 31 Desember 2005 SEMARANG
Line

Pedagang Pasar Jatingaleh Ditata

SEMARANG - Pemkot dalam hal ini Dinas Pasar, Kamis (29/12) malam bersama pedagang menata Pasar Jatingaleh. Kegiatan itu dimulai dengan mengecat garis-garis batas tempat dasaran di dalam pasar.

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Tommy Yarmawan Said mengatakan, Pasar Jatingaleh merupakan salah satu pasar kuno dan merupakan aset daerah. Seperti banyak pasar tradisional lain di ibu kota Jateng, Pasar Jatingaleh merupakan pusat perdagangan yang relatif tidak tertata. ''Banyak barang dagangan menjorok ke depan sehingga menyulitkan pembeli yang akan lewat,'' ungkapnya.

Suatu ketika, Tommy berkunjung ke sebuah pabrik mesin pertanian dan industri. Dia melihat penataan tempat kerja itu cukup rapi. Pekerja menempati petak yang telah ditentukan untuk masing-masing. Mereka pun tidak meletakkan barang di luar petak tersebut.

Dia mengaku terilhami penataan itu. Kemudian berkeinginan menerapkannya pada pasar. Tommy pun menyampaikan keinginan itu pada jajarannya, termasuk para kepala cabang dan kepala pasar. ''Rupanya, saat keinginan itu disampaikan, pedagang memberikan respons positif,'' ungkapnya.

Menurut dia, pedagang Pasar Jatingaleh menyadari bahwa kesemrawutan tempat dasaran justru merugikan mereka sendiri. Karena itu, para pedagang berupaya melakukan penataan secara swadaya.

Malam itu, mereka bersama-sama merapikan tempat dasaran dan kemudian mengecat garis-garis pembatas. ''Para pedagang sudah membuat kesepakatan antarmereka untuk saling mengingatkan jika ada rekan yang melanggar garis.''

Bagi Dinas Pasar, kemauan para pedagang itu merupakan ''cambuk'' untuk memberikan pelayanan yang lebih baik pada mereka. Dia memberi contoh, dalam waktu dekat dinas akan menata lampu-lampu pasar tersebut. ''Semoga penataan Pasar Jatingaleh bisa menjadi contoh bagi pasar-pasar tradisional lain,'' harapnya.

Dia juga mengatakan, untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat, Dinas Pasar dan Disperindag Provinsi Jateng telah membangun pos ukur ulang. ''Setelah dioperasikan, pembeli yang ragu-ragu terhadap timbangan pedagang, bisa menimbang ulang di tempat itu,'' tambahnya. (G6-18m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA