logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 31 Desember 2005 INTERNASIONAL
Line

China Makin Keras Berangus Media Massa

BEIJING - Pemerintah China rupanya makin keras dalam upaya membungkam media massa setempat. Pemimpin redaksi Beijing News Yang Bin secara mendadak diberhentikan dari tugasnya beberapa hari lalu.

Menanggapi tindakan keras itu, sekitar 100 wartawan Beijing News Jumat kemarin menggelar protes. Para wartawan ini juga mengungkapkan kejengkelan mereka melalui sebuah foto di harian itu. Foto itu menggambarkan sekawanan burung sedang terbang melintasi langit mendung di atas kantor harian itu. ''Langit mungkin tidak sangat cerah, tetapi burung-burung akan tetap terbang menjelajah dengan misi di hati mereka,'' demikian tertulis di bawah foto itu.

Peristiwa itu hanyalah kejadian terbaru dari perjuangan panjang wartawan berhadapan dengan Partai Komunis China yang berusaha mengontrol informasi.

Seorang redaktur di Beijing mengatakan, propaganda para pejabat mengecam kekritisan Beijing News saat pertemuan partai 6 Desember lalu. Partai ketika itu memutuskan, tabloid kota seperti Beijing News semestinya memperkuat kontrol Partai dan tunduk pada kehendak propaganda pejabat.

Selama beberapa tahun terakhir, koran Guangming dan Harian Rakyat di Beijing serta beberapa koran propaganda lainnya telah berubah menjadi tabloid baru untuk meraih keuntungan finansial lebih besar melalui pemberitaan yang memenuhi tuntutan jurnalistik bebas.

Dianggap Residivis

Namun, tabloid-tabloid itu harus menghadapi sensor yang makin ketat oleh pemerintahan. Para pejabat misalnya, mengatakan Beijing News melakukan kekeliruan dalam arah opini dan tak ubahnya seorang residivis.

Departemen Propaganda juga menolak permintaan dari sebuah tabloid yang ingin ''mengatur rumah tangganya sendiri''.

Pejabat propaganda mengecam pemberitaan Beijing News soal pembunuhan terhadap tujuh orang pengunjuk rasa Juni lalu di Dingzhou, China utara. Berita soal pekerja migran yang membunuh atasan dan tiga orang lainnya karena gajinya belum dibayarkan, juga tak luput dari kecaman pemerintah.

Ketua Departemen Propaganda Liu Yunshan mengatakan, masalah-masalah Beijing News harus diselesaikan secara mendasar.

Meskipun pejabat Partai Komunis terus mempererat cengkeraman atas tabloid-tabloid, kontrol terhadap kebebasan informasi tak sepenuhnya berhasil karena ada alternatif sumber informasi dari internet. (rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA