logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 31 Desember 2005 INTERNASIONAL
Line

Militan Palestina Siap Lanjutkan Perlawanan

GAZA - Tahun depan, pertempuran Israel-Palestina tampaknya bakal berkobar lagi. Meski sempat mereda, Israel akhir-akhir ini meningkatkan aksi militer dengan dalih menghentikan kelompok militan yang merencanakan serangan. Dan kemarin, kelompok militan Palestina berlatih merangkak di balik semak-semak dan menanam bom di Jalur Gaza.

Mereka menyatakan akan melanjutkan pertempuran saat gencatan dengan Israel berakhir akhir tahun ini.

Sebagian besar kelompok bersenjata Palestina sepakat menghentikan serangan ke Israel sampai akhir 2005 dan menuruti ''periode tenang'' untuk menghormati Presiden Mahmud Abbas. Namun banyak dari mereka mengatakan ingin melanjutkan perlawanan setelah 31 Desember.

Orang-orang bersenjata yang berlatih di Gaza berasal dari Brigade Syuhada Al-Aqsa, bagian faksi Fatah pimpinan Abas, dan Komite Perlawanan Rakyat, kelompok pelindung yang tidak pernah mendukung gencatan senjata.

''Tenang merupakan kesalahan strategi oleh perlawanan, dan hal itu tidak akan terulang lagi,'' kata Abu Sharif, yang berbicara atas nama kedua kelompok itu.

Gencatan membantu penarikan mulus Israel dari Jalur Gaza setelah 38 tahun pendudukan dan mendapat sambutan tenang di kedua pihak. Dan jajak pendapat menunjukkan mayoritas besar Israel dan Palestina ingin gencatan dilanjutkan.

Sedikit Kemajuan

Namun Abbas membuat sedikit kemajuan ketika dia bertemu faksi-faksi di Gaza pekan ini untuk menekan mereka memperbaiki komitmen bagi gencatan menjelang pemilihan parlemen Palestina bulan depan.

Kelompok-kelompok bersenjata menyatakan gencatan lebih merugikan ketimbang menguntungkannya, karena Israel terus melancarkan serangan dan tidak membebaskan seluruh tawanan Palestina, seperti yang mereka tuntut. Israel mengatakan serangannya untuk menghentikan militan yang merencana serangan.

Seorang pelaku bom jibaku Palestina menewaskan seorang tentara Israel dan dua warga Palestina di Tepi Barat, Kamis (29/12).

Israel menggempur ''zona tak bertuan'' di utara Jalur Gaza untuk menghentikan tembakan roket. Militan menyatakan tembakan itu untuk membalas aksi Israel di Gaza dan Tepi Barat.

Seorang pejabat Israel menekankan bahwa Israel menyepakati gencatan dengan Abbas, bukan faksi-faksi, dan tugas Abbas untuk menjamin gencatan berlanjut.

Israel telah lama mendesak agar Abbas menindak tegas kelompok militan ketimbang mengajak mereka berunding.

''Mereka kehabisan waktu,'' kata pejabat senior Israel. Dia mengatakan jika Abbas tidak memberlakukan ketertiban ''masyarakat Palestina akan menarik diri dari aspirasi satu negara demokrasi di samping Israel.''

Abbas menyatakan menindak militan bisa menimbulkan perang saudara. Abu Sharif mengatakan militan berharap mereka akan segera mulai menembakkan roket dari Tepi Barat, di dekat permukiman utama Israel.

''Salah satu strategi kami adalah memindahkan roket ke Tepi Barat untuk menyongsong tahun depan dengan perlawanan yang lebih keras,'' katanya.

Klaim Al Qaedah

Sementara itu dari Kairo dilaporkan, Al Qaedah Irak, Kamis, mengaku menembakkan sejumlah roket dari Lebanon ke Israel utara pekan ini. Kelompk itu jarang mengklaim telah melancarkan serangan langsung ke negara Yahudi itu.

Pernyataan itu, di forum web Islam tempat Al Qaedah Irak sering memajang pernyataan, belum bisa dibuktikan secara independen.

Israel menyalahkan serangan roket Selasa lalu itu pada milisi radikal Palestina dan mengebom salah satu pangkalannya di dekat Beirut.

Para pejabat Israel belum bersedia mengomentari pernyataan Al Qaedah itu. Departemen Luar Negeri AS menyatakan tidak bisa segera mengonfirmasikan klaim tersebut.

''Kelompok singa Al Qaedah merencanakan serangan baru ke negara Yahudi,'' kata pernyataan kelompok itu. ''Saudara-saudara itu menyelesaikan misi mereka seperti yang mereka rencanakan.''

Menurut pernyataan itu, para pejuang Al Qaedah menembakkan 10 roket ke utara Israel. Dalam serangan Selasa lalu, beberapa roket mendarat di perkampungan di Kota Kiryat Shemona, Israel utara. Tembakan itu menyebabkan kerusakan namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Israel membalas dengan serangan udara ke pangkalan Komando Umum Front Rakyat bagi Pembebasan Palestina, milisi Palestina pro-Suriah. Komando itu membantah menembakkan roket, begitu juga dengan faksi Palestina lainnya dan kelompok gerilya Syiah Hizbullah. (rtr-afp-niek-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA