logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 31 Desember 2005 EKONOMI
Line

UKM Terkena Dampak Pemberitaan Formalin

JAKARTA-Menteri Negara Koperasi dan UKM, Suryadharma Ali mengungkapkan, sekitar delapan juta pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) produsen makanan minuman terutama tahu, ikan asin dan mie basah, terkena dampak pemberitaan penggunaan formalin.

"UMKM yang bergelut di bidang makanan dan minuman sebanyak 17-20 persen dari total 43,2 juta unit UMKM saat ini. Mereka terkena dampak langsung dan tidak langsung dari pemberitaan mengenai formalin itu," kata Suryadharma usai jumpa pers bersama Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Sampurno dan Ketua YLKI, Indah Suksmaningsih di Jakarta, kemarin.

Ia mengakui, kasus formalin ini sebelumnya tidak diperkirakan sehingga pihaknya harus menyesuaikan program-program Kementerian Koperasi dan UKM untuk mengatasi kasus formalin itu.

"Kita tetap peduli pada kesehatan masyarakat dengan penyediaan makanan dan minuman yang memenuhi persyaratan. Tapi, kami juga berkewajiban menjaga jangan sampai terjadi penurunan kinerja koperasi dan UKM, baik itu dari segi produktivitas maupun perdagangannya," kata Suryadharma.

Mengenai penurunan produktivitas Koperasi dan UMKM akibat formalin, Suryadharma mengaku belum mengetahui karena kasusnya baru terjadi.

Namun ia menegaskan, Kementerian Koperasi dan UKM bekerjasama dengan BPOM, YLKI serta instansi terkait akan melakukan sejumlah program mengatasi terjadinya kemungkinan penurunan kinerja Koperasi dan UMKM.

"Subdisi kepada pengusaha juga belum dipikirkan. Tapi yang penting, bagaimana memberi pengetahuan kepada UMKM bahwa penggunaan formalin dan bahan kimia lainnya terlarang untuk kesehatan," katanya.

Ia juga mengharapkan agar koperasi dan UMKM pro aktif meregistrasikan produk-produk mereka ke Balai POM setempat.

Menurut Suryadharma, ketidaktahuan dan birokrasi yang rumit menjadi kendala koperasi dan UMKM untuk meregistrasikan produknya ke Balai POM.

"Padahal Koperasi dan UMKM mendapat keuntungan lain dari regsitrasi itu, yakni promosi bahwa produknya benar dan sehat," kata Suryadharma.

Pihaknya juga akan mendorong pasar tradisional dan modern untuk menyediakan barang makanan dan minuman yang sehat. Selain itu, pasar modern membantu meningkatkan produksi Koperasi dan UMKM dengan tetap memperhatikan standar kesehatan. (ant-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA