logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 31 Desember 2005 EKONOMI
Line

Nilai Ekspor Minyak RI Naik, Impor Turun

JAKARTA-Total nilai ekspor minyak mentah dan kondensat Indonesia sepanjang tahun 2005 sebesar 157,51 juta barel atau senilai 8.053,66 juta dolar AS. Angka tersebut meningkat secara nilai, namun menurun secara jumlah dibanding tahun 2004 yang sebesar 178,87 juta barel atau senilai 6.472,98 juta dolar AS.

Demikian disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam laporan akhir tahun 2005 di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (30/12).

Untuk impor minyak mentah pada tahun 2005 sebesar 126,18 juta barel dengan nilai 6.919,86 juta dolar AS. Angka tersebut berarti menurun dibandingkan tahun 2004 yang sebesar 148,49 juta barel atau senilai 5.791,97 juta dolar AS.

Sedangkan ekspor LPG pada tahun 2005 sebeasr 1,028 juta metrik ton atau senilai 406,560 juta dolar AS. Angka itu meningkat dibandingkan tahun 2004 yang sebesar 1,034 juta metrik ton atau senilai 356,81 juta dolar AS.

Sementara ekspor LNG pada tahun 2005 mencapai 1.305,87 mmbtu atau senilai 8.226,77 juta dolar AS. Angka tersebut naik dibandingkan tahun 2004 yang hanya sebesar 1.322,41 mmbtu (satuan ukuran gas) atau senilai 7.721,97 juta dolar AS. Peningkatan tersebut disebabkan bukan karena peningkatan jumlah, namun karena peningkatan nilai.

Purnomo menambahkan, pada tahun 2005 cadangan terbukti minyak sebesar 4,187 miliar barel. Cadangan tersebut menurun dibandingkan tahun 2004 yang sebesar 4,3 miliar barel.

Sedangkan produksi minyak dan kondensat pada tahun 2005 ini sebesar 1.060.783 barel per hari. Untuk cadangan terbukti pada tahun 2004 sebesar 94,77 tcf (satuan ukuran kondesat) naik menjadi 97,25 tcf pada tahun 2005.

Produksi gas nasional dinilai Purnomo relatif stabil sebesar 8,099 miliar kaki kubik per hari dengan pemanfaatan gas bumi sebesar 7,765 miliar kaki kubik per hari.

Purnomo mengharapkan dengan peningkatan bujet investasi di sektor migas, pada tahun 2005 yang sebesar 7.314 juta dolar AS diharapkan pada tahun berikutnya produksi migas akan dapat meningkat. "Upaya peningkatan produksi migas akan terus dilakukan seiring diresmikannya 13 proyek migas oleh presiden pada 28 Oktober tahun lalu," katanya. (dtc-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA