logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 31 Desember 2005 BANYUMAS
Line

Evaluasi Setahun Kinerja Bupati

Terberat, Atasi Bencana Alam

PURWOKERTO-Selama setahun ini tugas terberat Bupati Banyumas adalah mengatasi bencana alam silih berganti. Sebab, bencana itu menimbulkan kerugian cukup besar, terutama kerusakan infrastruktur.

Tugas lain yang tak kalah berat adalah mengupayakan kesinambungan kebijakan dari pemerintah pusat berkait dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan dampaknya di daerah. Beban masyarakat akibat kenaikan harga itu begitu berat.

Jelas membutuhkan teknik dan cara tersendiri untuk memberikan pemahaman ke masyarakat, termasuk mengawal kebijakan itu agar tak menimbulkan gejolak. ''Itu tugas terberat evaluasi kinerja saya setahun ini,'' kata Bupati Aris Setiono, kemarin.

Soal bencana alam, kata dia, setiap tahun Banyumas pasti selalu mengawali di Jawa Tengah. Sebab, musim hujan datang lebih awal dari di daerah lain. Curah hujan di kawasan ini juga yang tertinggi di Indonesia.

''Hujan selalu menimbulkan longsor, banjir, dan kerusakan sekolah. Kami selalu siap, tetapi bencana kan tak bisa direncanakan.''

Dia menyatakan memang muncul protes dari berbagai kalangan masyarakat, terutama mahasiswa, soal kenaikan harga BBM. Namun semua tetap dalam kerangka peraturan. Tak ada tindakan anarkis. Semua berlangsung secara kondusif.

Dia juga mengemukakan masih ada yang menilai investasi belum maksimal. ''Tidak benar jika dikatakan investasi di sini rendah. Investasi tidak harus dilihat dengan kemunculan pabrik saja. Di sini yang jadi unggulan kan sektor jasa dan perdagangan.''

Saat ini, ujar dia, telah bermunculan rumah toko sebagai usaha baru yang bisa menyerap tenaga kerja. Proses perizinan untuk mempermudah investor masuk pun dibuka lebar. ''Begitu ada yang menyatakan ingin berinvestasi di sini, saya persilakan. Jika sudah memenuhi syarat dan sesuai dengan peraturan langsung saya setujui.''

Soal perizinan Matahari yang belum tuntas, dia menyatakan bukan karena pemerintah menghambat. Masalahnya, pemohon belum melengkapi perizinan.

''Persaingan dagang itu urusan pengusaha. Saya tak berkepentingan. Kami hanya menangani masalah perizinan. Jika persyaratan dipenuhi pasti langsung kami beri izin.'' (G22-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA